AMBON, TikMalukuNews.com – Sebanyak 2.394 siswa Madrasah Aliyah (MA) di Provinsi Maluku mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 yang tersebar di 84 madrasah, baik negeri maupun swasta. Pelaksanaan TKA menjadi momentum untuk mengukur kompetensi akademik siswa sekaligus memetakan potensi mereka dalam menentukan arah pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, H. Dr. Yamin, saat melakukan peninjauan pelaksanaan TKA di MAN Ambon, berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar hingga selesai.
Menurut Yamin, TKA memiliki peran penting dalam mengukur kemampuan akademik peserta didik sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi lembaga pendidikan madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Melalui TKA, siswa diharapkan dapat mengetahui sejauh mana kemampuan akademik yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di madrasah. Hasil tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Melalui TKA ini, siswa dapat melihat potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Dengan begitu, mereka bisa lebih terarah dalam menentukan tujuan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia ke depan,” ujarnya.
Yamin menambahkan, setiap siswa memiliki cita-cita dan keinginan yang berbeda. Karena itu, hasil TKA diharapkan dapat membantu mereka mengenali potensi diri, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan prestasi akademik.
Selain mengukur kemampuan individu, TKA juga menjadi salah satu instrumen untuk melihat kualitas pendidikan madrasah. Hasilnya dapat menjadi bahan rekomendasi bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sesuai kemampuan dan minat masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag Maluku, Farid Laisouw, menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA memiliki dua tujuan utama, yakni mengukur kualitas akademik siswa Madrasah Aliyah serta memberikan rekomendasi bagi peserta didik yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Tujuan pertama adalah mengukur kualitas siswa di lembaga Madrasah Aliyah. Kedua, hasil TKA dapat menjadi bahan rekomendasi bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi yang menjadi pilihan mereka,” jelas Farid.
Ia menyebutkan, TKA 2026 diikuti 2.394 siswa dari 84 Madrasah Aliyah di Maluku, yang terdiri atas madrasah negeri dan swasta.
Pelaksanaan TKA berlangsung selama empat hari dengan pembagian beberapa gelombang dan sesi setiap harinya. Pengaturan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian di masing-masing madrasah.
Farid berharap, melalui TKA, siswa dapat mengukur kemampuan akademik masing-masing dan menjadikan hasilnya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan prestasi.
Pelaksanaan TKA 2026 diharapkan menjadi momentum bagi madrasah di Maluku untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, membentuk peserta didik yang berkarakter dan berintegritas, serta mempersiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
