SULI,TikMalukuNews.com– Sebanyak 60 guru SMA di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) mengikuti pelatihan Smart Education berbasis digital guna meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi pada proses pembelajaran di sekolah.
Kegiatan yang melibatkan guru dari SMA Negeri 3, SMA Negeri 5, dan SMA Negeri 47 Maluku Tengah itu berlangsung di SMA Negeri 3 Malteng dan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Fence Mandagu, Sabtu (7/3).

Dalam sambutannya, Mandagu mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat dalam mendorong penerapan pembelajaran digital di sekolah.
“Program pembelajaran digital merupakan salah satu prioritas pemerintah pusat. Dinas Pendidikan Provinsi Maluku kemudian menjalin kerja sama dengan Google Indonesia untuk membantu sekolah-sekolah dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sekolah untuk mendukung program tersebut, salah satunya minimal 30 persen guru harus memiliki sertifikasi Google Educator Level 1.

“Melalui pelatihan ini para guru didorong untuk memperoleh sertifikasi tersebut. Hingga Mei mendatang proses pelatihan masih diberikan secara gratis, sehingga sekolah-sekolah diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini,” jelasnya.
Menurut Mandagu, penerapan sistem pendidikan digital nantinya akan memudahkan proses belajar mengajar di sekolah, termasuk dalam pengelolaan administrasi pendidikan.
“Ke depan, ketika pemerintah memberikan bantuan perangkat digital seperti panel digital atau televisi pintar, sekolah sudah siap memanfaatkannya untuk proses pembelajaran, komunikasi dengan orang tua siswa, hingga pengelolaan nilai dan rapor yang semuanya berbasis sistem digital,” katanya.
Ia juga mendorong agar lebih banyak guru mengikuti pelatihan tersebut sehingga peluang memenuhi persyaratan minimal 30 persen guru bersertifikasi dapat tercapai.
“Kami berharap sebanyak mungkin guru mengikuti pelatihan ini. Dengan begitu peluang sekolah memenuhi syarat minimal 30 persen guru bersertifikasi akan semakin besar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Maluku Tengah, Yolanda Koda, S.Pd., M.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya merasa bangga karena sekolahnya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi menjadi langkah awal menuju masa depan pendidikan Maluku Tengah yang lebih cerdas, adaptif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut para guru untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Teknologi saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui kegiatan Smart Education berbasis digital ini, kita membangun fondasi baru bagi para guru agar mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran tanpa meninggalkan nilai, karakter, dan kreativitas,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku serta para narasumber yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan te rsebut.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal kolaborasi dalam menghadirkan berbagai inovasi pendidikan di masa mendatang,” tutupnya.













