Ambon,Tikmalukunews.com – Meski berada dalam kondisi efisiensi anggaran, Kementerian Agama Kabupaten Buru Selatan (Kemenag Bursel) tetap mampu menunjukkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Salah satu peserta didik asal Bursel berhasil melaju dan menorehkan prestasi menuju ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Nasional 2025.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Buru Selatan, H. Raba La Embo, S.Ag, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Menurutnya, kondisi keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi madrasah di Bursel untuk berhenti berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, pertama-tama kami bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Meskipun dalam kondisi efisiensi dan keterbatasan, madrasah di Kabupaten Buru Selatan setiap tahun tetap bisa mengirimkan peserta didik ke ajang nasional. Tahun 2024 kemarin di Ternate, Buru Selatan juga ikut berpartisipasi, dan tahun 2025 ini kita kembali mengirimkan peserta pada ajang OMI Nasional,” ujar Raba La Embo kepada Tikmalukunews.com, Jumat (7/11).
Raba menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras para kepala madrasah, guru pembimbing, serta dukungan masyarakat dan pihak sekolah. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Madrasah madrasah Aliyah Al khairat OKI lama, atas nama l1Amelia Loilatu dan Kepala madrasah, wandira siompu
, yang kembali mengantarkan siswanya menjadi salah satu peserta terbaik hingga ke tingkat nasional.
“Kami berterima kasih kepada kepala Madrasah Aliyah Al-Khairat dan para guru pembimbing yang terus mendampingi siswa dengan penuh dedikasi. Meskipun madrasah ini berstatus swasta, semangatnya luar biasa dan selalu mendapat dukungan dari masyarakat,” tambahnya.
Selain dukungan internal, Raba juga menyebut adanya perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan yang turut mendorong kegiatan pendidikan keagamaan, termasuk partisipasi madrasah dalam kompetisi nasional. Menurutnya, sinergi antara Pemda dan Kemenag menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan madrasah di daerah.
“Pemda Buru Selatan juga selalu mendukung setiap kegiatan Kemenag, termasuk dalam ajang-ajang seperti OMI. Ini bentuk sinergi yang patut diapresiasi karena memberi semangat bagi para siswa dan guru untuk terus berprestasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Raba berharap agar semangat ini terus terjaga dan menjadi motivasi bagi madrasah lain di Buru Selatan. Ia menegaskan, efisiensi anggaran tidak boleh menjadi penghalang untuk melahirkan generasi yang unggul, cerdas, dan berkarakter Islami.
“Kami ingin menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Justru di tengah kondisi efisiensi, semangat madrasah Buru Selatan semakin kuat untuk membuktikan kemampuan dan kontribusinya bagi dunia pendidikan Islam,” tuturnya.
Seperti diketahui, Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 merupakan ajang kompetisi nasional yang diikuti oleh siswa madrasah dari seluruh provinsi di Indonesia. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Saya untuk Generasi Indonesia Maju.”
Prestasi yang diraih oleh Kemenag Buru Selatan menjadi bukti nyata bahwa dedikasi, kolaborasi, dan semangat pantang menyerah dapat melahirkan hasil gemilang, meski di tengah berbagai keterbatasan (TMN-01)













