AMBON,TikMalukuNews.com- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Maluku dan Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon (UIN AMSA) memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Penandatanganan MoU berlangsung di lantai V Hotel Cantika, Ambon, Jumat (21/8/2026). Kerja sama tersebut ditandatangani Rektor UIN AMSA, Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta memperluas sinergi kelembagaan antara Kemenag dan UIN AMSA di Provinsi Maluku.
Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan kepengurusan Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Provinsi Maluku periode 2026–2031. Kehadiran FPMI diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam mendorong terwujudnya pendidikan madrasah yang inklusif dan berkualitas.
Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Maluku, Dr. Yamin, menegaskan bahwa pengukuhan FPMI bukan sekadar agenda kelembagaan, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan madrasah yang bermutu, ramah anak, inklusif, moderat, dan berkeadilan.
Ia berpesan kepada seluruh pengurus FPMI agar amanah yang diberikan dijadikan sebagai ladang pengabdian.
“Bangun organisasi yang solid, terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi. Jangan berhenti pada kegiatan administratif, tetapi hadirkan program-program yang benar-benar memberikan dampak bagi guru, madrasah, peserta didik, dan masyarakat,” pesannya.
Yamin juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus FPMI Provinsi Maluku periode 2026–2031.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan program yang menjawab kebutuhan nyata di dunia pendidikan.
“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan kekuatan, petunjuk, dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian. Mari bergerak bersama, memperkuat kolaborasi, dan memastikan setiap anak mendapatkan hak untuk belajar, setiap guru memiliki ruang untuk berkembang, serta setiap madrasah menjadi tempat tumbuh yang ramah bagi semua,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara Kemenag, UIN AMSA, FPMI, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan merupakan modal penting untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi madrasah di Maluku.
“Saya percaya, dengan kolaborasi dan komitmen bersama, kita mampu mewujudkan madrasah di Maluku yang semakin bermutu, ramah anak, inklusif, moderat, dan berkeadilan,” katanya.
Ia menambahkan, cara lembaga pendidikan memperlakukan setiap peserta didik merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh anak.
Melalui sinergi Kemenag dan UIN AMSA serta hadirnya kepengurusan FPMI Maluku, berbagai program pendidikan diharapkan dapat berjalan lebih terarah, inovatif, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan di Maluku.
Sementara itu, Rektor UIN AMSA menegaskan pentingnya kolaborasi dan komitmen bersama untuk memperkuat mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Maluku.
Sinergi Kemenag, UIN AMSA, dan FPMI diharapkan mampu mendorong terwujudnya pendidikan madrasah yang bermutu, inklusif, ramah anak, moderat, dan berkeadilan.








