AMBON, TikMalukuNews.com – Sebanyak 498 siswa kelas XII SMA Negeri 11 Ambon siap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Berbagai persiapan telah dilakukan sekolah, mulai dari penguatan kapasitas guru, simulasi, hingga try out bagi siswa.
Kepala SMA Negeri 11 Ambon, Hj. Zakiyah Dwi Saputri, S.Pd., mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk memastikan kesiapan siswa menghadapi TKA.
Salah satu persiapan dilakukan melalui penguatan bagi guru mata pelajaran terkait, khususnya dalam penyusunan soal berbasis TKA. Menurutnya, kemampuan guru dalam menyusun soal sangat penting agar materi yang diberikan kepada siswa sesuai dengan kompetensi yang akan diukur.
“Penguatan kepada guru ini terkait dengan penyusunan soal berbasis TKA. Kemampuan guru dalam menyusun soal sangat penting, sehingga acuan yang diberikan kepada siswa juga tepat sasaran,” jelasnya.
Selain penguatan bagi guru, sekolah juga memberikan pembinaan kepada siswa melalui kegiatan try out. Sebelumnya, SMAN 11 Ambon telah bekerja sama dengan salah satu lembaga kursus tingkat nasional untuk menggelar try out selama dua hari.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa sekaligus mengetahui sejauh mana capaian mereka dalam menghadapi materi TKA.
“Anak-anak diberikan soal, kemudian hasilnya diukur untuk mengetahui sampai sejauh mana capaian mereka dan apakah sudah memenuhi standar yang diharapkan,” ujarnya.
Pada Senin (21/9/2026), SMAN 11 Ambon juga mengikuti simulasi TKA yang dilaksanakan secara nasional dan terpusat. Simulasi dilakukan secara daring sebagai bagian dari persiapan sebelum pelaksanaan TKA.
Zakiyah menjelaskan, setelah simulasi, siswa akan kembali mengikuti try out yang dijadwalkan pada awal Oktober. Kegiatan tersebut merupakan try out terpusat yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Maluku bekerja sama dengan Ruangguru dan diikuti sekolah-sekolah di seluruh Provinsi Maluku.
Setelah try out terpusat, sekolah akan melaksanakan try out secara mandiri dengan menggunakan soal yang disiapkan oleh guru.
“Setelah beberapa kali try out, kita akan melakukan evaluasi dan terus memberikan penguatan kepada siswa agar mereka semakin siap menghadapi TKA,” katanya.
Menurut Zakiyah, pelaksanaan TKA tidak semata-mata berorientasi pada nilai. TKA juga menjadi salah satu acuan bagi sekolah untuk mengukur kualitas proses pembelajaran, khususnya bagi siswa kelas XII yang dipersiapkan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Ini bukan hanya sekadar nilai, tetapi menjadi acuan bagi kita untuk mengukur kualitas proses pembelajaran, khususnya kelas XII. Mereka kita persiapkan untuk menghadapi level pendidikan berikutnya,” katanya.
Ia mengakui hasil simulasi yang telah dilakukan cukup memuaskan, meski belum maksimal. Hal tersebut salah satunya karena simulasi dilaksanakan pada jam efektif pembelajaran, sehingga siswa tetap harus mengikuti kegiatan belajar setelah simulasi.
Meski demikian, sekolah terus melakukan penguatan dan pendampingan agar seluruh siswa semakin siap menghadapi TKA 2026.
Terkait pendampingan siswa berkebutuhan khusus, Zakiyah mengatakan hingga saat ini belum terdapat siswa berkebutuhan khusus di SMAN 11 Ambon. Namun, sekolah tetap memiliki tenaga pendidik yang telah dibekali kompetensi untuk memberikan pendampingan apabila diperlukan.
Salah seorang guru telah mengikuti pendidikan dan pelatihan khusus di Jakarta, sementara guru Bimbingan dan Konseling (BK) juga merupakan fasilitator tingkat nasional yang memiliki kompetensi dalam melakukan pendekatan dan pendampingan terhadap siswa berkebutuhan khusus.
“Walaupun saat ini belum ada siswa berkebutuhan khusus, kita tetap siap jika ke depan ada siswa yang membutuhkan pendampingan khusus,” pungkasnya. (TMN-01)












