AMBON, TikMalukuNews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku-Malut) terus memperkuat layanan perbankan berbasis digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, termasuk di wilayah pedesaan.
Salah satu inovasi yang tengah dipersiapkan adalah program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Nov Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang ditargetkan mulai diluncurkan pada Oktober 2026.
Kepada media ini, Rabu(23/9/2026)
Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar, mengatakan Nov Laku Pandai menjadi bagian dari upaya bank untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah, cepat, dan aman bagi masyarakat, terutama yang berada jauh dari kantor bank.
“Bank Maluku Malut saat ini terus mengembangkan digitalisasi sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan mudah, cepat, dan aman. Dalam waktu dekat kami akan launching Nov Laku Pandai,” ujar Syahrisal.
Menurutnya, melalui program tersebut, Bank Maluku-Malut akan menghadirkan agen-agen bank di desa yang dapat membantu masyarakat melakukan berbagai transaksi perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang atau mesin ATM.
“Jadi seperti agen bank di tempat lain. Agen Bank Maluku-Malut akan ada di desa-desa sehingga masyarakat bisa melakukan berbagai transaksi, seperti pembayaran listrik, transfer maupun tarik tunai melalui agen tersebut,” jelasnya.
Syahrisal menjelaskan, keberadaan agen Nov Laku Pandai diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan perbankan Bank Maluku-Malut hingga ke daerah yang belum memiliki kantor cabang maupun fasilitas ATM.
“Tidak perlu kita membuka banyak cabang. Di desa-desa nanti bisa ada beberapa agen Bank Maluku-Malut, sehingga masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada ATM karena melalui agen mereka bisa melakukan transaksi perbankan,” katanya.
Program Nov Laku Pandai merupakan layanan perbankan melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau agen bank dengan memanfaatkan teknologi informasi. Program tersebut diarahkan untuk mendukung inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat di wilayah perdesaan dan daerah yang akses layanan perbankannya masih terbatas.
Selain Laku Pandai, Bank Maluku-Malut juga tengah mengembangkan layanan digital lainnya, termasuk Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari penguatan layanan transaksi non-tunai.
Syahrisal mengatakan, Bank Maluku-Malut ke depan tidak hanya menjadi pengguna QRIS, tetapi juga akan memperkuat perannya sebagai acquiring sehingga transaksi nasabah Bank Maluku-Malut melalui merchant dapat masuk dan tercatat dalam ekosistem Bank Maluku-Malut.
“Kami juga akan mengembangkan QRIS. Selama ini nasabah Bank Maluku-Malut yang melakukan transaksi menggunakan barcode milik bank lain, dan dananya masuk ke bank yang memiliki barcode tersebut. Sekarang kami akan menjadi acquiring sehingga nasabah Bank Maluku-Malut bisa menggunakan barcode yang kami sediakan,” ungkapnya.
Pengembangan layanan digital tersebut, kata Syahrisal, merupakan bagian dari transformasi Bank Maluku-Malut untuk menyesuaikan layanan dengan perkembangan teknologi sekaligus kebutuhan masyarakat.
Ia menambahkan, penguatan digitalisasi juga dilakukan dalam mendukung transaksi pemerintah daerah. Salah satunya melalui integrasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dengan sistem perbankan Bank Maluku-Malut.
“Pembayaran-pembayaran pemerintah daerah sekarang bisa dilakukan secara online. Tidak lagi menggunakan dokumen kertas untuk dibawa ke bank. Sistemnya tersambung dengan sistem Bank Maluku-Malut dan sistem Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.
Menurutnya, integrasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pelayanan, memudahkan rekonsiliasi, serta meningkatkan akurasi pencatatan transaksi pemerintah daerah.
Bank Maluku-Malut juga mengembangkan sistem untuk mendukung pemerintah daerah dalam pengelolaan pajak dan retribusi melalui perangkat Electronic Point of Sales (e-POS). Sistem tersebut memungkinkan transaksi wajib pajak direkam secara digital sehingga perhitungan dan monitoring penerimaan daerah dapat dilakukan secara lebih mudah.
“Kalau ada tamu membayar, transaksinya langsung direkam dan pajaknya sudah ada perhitungannya untuk pemerintah daerah. Kami juga menyiapkan dashboard sehingga pemerintah daerah bisa memantau wajib pajak yang sudah mengaktifkan sistem,” katanya.
Di sisi keamanan, Syahrisal menegaskan pengembangan layanan digital Bank Maluku-Malut juga dibarengi dengan penguatan sistem keamanan untuk mengantisipasi risiko pembobolan maupun tindakan fraud.
“Kami bukan hanya mengembangkan layanan, tetapi juga mengamankannya. Sistem kami menggunakan keamanan berlapis, termasuk fraud detection untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya fraud. Kalau ada anomali atau upaya penyusupan, sistem dapat mendeteksinya,” ujarnya.
Syahrisal memastikan peluncuran Laku Pandai ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026, atau paling lambat November.
“Untuk launching Laku Pandai ini kami usahakan Oktober atau paling lambat November,” tandasnya.(TMN-01)












