MALRA, TikMalukuNews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara memperkuat upaya meningkatkan keselamatan transportasi laut dengan menyerahkan 52 unit jaket pelampung (life jacket) kepada penyelenggara angkutan laut, baik untuk layanan penyeberangan maupun transportasi wisata.
Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (26/10/2026). Dalam kegiatan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Perhubungan, Nikson Hukubun.
Dari total bantuan yang disalurkan, sebanyak 39 unit jaket pelampung diperuntukkan bagi angkutan penumpang penyeberangan, sedangkan 13 unit lainnya diberikan untuk angkutan penumpang wisata.
Dalam kesempatan tersebut, Thaher menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi perhatian utama setiap penyelenggara transportasi laut. Menurutnya, kondisi geografis Maluku Tenggara sebagai daerah kepulauan menjadikan transportasi laut sebagai sarana vital yang menghubungkan masyarakat antarpulau.
“Sebagai daerah kepulauan, transportasi laut merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Maluku Tenggara. Karena itu, keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, bukan hanya kewajiban, tetapi juga tanggung jawab moral kita bersama,” tegas Thaher.
Ia meminta seluruh operator angkutan laut dan nakhoda untuk memastikan setiap kapal dilengkapi jaket pelampung sesuai kapasitas penumpang. Peralatan keselamatan tersebut juga harus tersedia dalam jumlah memadai, berada dalam kondisi layak pakai, serta mudah dijangkau ketika terjadi keadaan darurat.
Thaher secara khusus mengingatkan agar para operator tidak hanya berorientasi pada kelancaran operasional dan keuntungan usaha, tetapi juga memperhatikan keselamatan setiap orang yang menggunakan jasa transportasi laut.
“Jangan mengabaikan keselamatan hanya demi mengejar waktu atau keuntungan,” ujarnya.
Selain penyediaan perlengkapan keselamatan, Bupati juga meminta Dinas Perhubungan terus meningkatkan pengawasan dan memperkuat koordinasi dengan penyelenggara angkutan laut serta instansi terkait. Langkah tersebut diperlukan agar seluruh aktivitas pelayaran berjalan sesuai ketentuan dan standar keselamatan yang berlaku.
Menurut Thaher, upaya mewujudkan transportasi laut yang aman tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Operator, nakhoda, dan masyarakat sebagai pengguna jasa juga harus memiliki kesadaran serta kepatuhan terhadap aturan keselamatan pelayaran.
“Keselamatan penumpang adalah tanggung jawab bersama, dan satu nyawa manusia terlalu berharga untuk dipertaruhkan,” tandasnya.
Melalui penyerahan 52 jaket pelampung tersebut, Pemkab Maluku Tenggara berharap fasilitas keselamatan transportasi laut semakin memadai, kepatuhan operator terhadap standar pelayaran semakin meningkat, serta masyarakat dan wisatawan dapat menikmati layanan penyeberangan yang lebih aman dan nyaman. (IST)












