Bupati Malra Dorong Peningkatan Kualifikasi Guru

oleh -0 views
banner 468x60

Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa peningkatan kualifikasi guru merupakan tuntutan regulasi nasional sekaligus langkah strategis untuk memperkuat mutu pendidikan di daerah. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus PGRI Kabupaten dan Kecamatan di Aula Kantor Bupati, Senin (24/11/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Thaher mengungkapkan bahwa masih ada guru yang belum memahami urgensi peningkatan kualifikasi, padahal standar nasional pendidikan mewajibkan pendidik memiliki ijazah S1 sebagai syarat utama profesi.

banner 336x280

“Ada aturannya. Kalau tidak berkualifikasi S1, maka guru bisa kembali menjadi tenaga tata usaha. Program ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, bukan untuk mempersulit,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa peningkatan kualifikasi merupakan bagian dari upaya memastikan generasi muda Maluku Tenggara memperoleh layanan pendidikan yang baik dan kompetitif. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong para guru untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalitas sesuai tuntutan perkembangan zaman.

Bupati juga mengingatkan pengurus PGRI yang baru dilantik agar menjaga integritas, mematuhi kode etik, serta mengutamakan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurutnya, tantangan profesi guru saat ini semakin kompleks, terutama terkait aturan kedisiplinan yang sering dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Sedikit saja guru bertindak tegas, langsung dibilang pelanggaran HAM. Tapi ketika murid gagal, guru yang disalahkan. Karena itu penting untuk memahami 10 Kode Etik Guru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Thaher menegaskan besarnya peran guru dalam membentuk kualitas bangsa. “Tanpa guru, saya dan kita semua tidak akan ada di sini. Presiden pun menjadi presiden karena keringat guru,” katanya.

Ia juga menyinggung kasus dua guru honorer di Sulawesi yang sempat berurusan dengan hukum saat memperjuangkan hak rekan-rekannya. Bupati mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang memberikan pengampunan kepada kedua guru tersebut sebagai bentuk penghormatan negara terhadap profesi pendidik.

Menutup sambutannya, Bupati berharap kepengurusan PGRI yang baru dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, menjaga keharmonisan organisasi, serta memastikan PGRI tetap menjadi wadah perjuangan bagi para guru.

“PGRI lahir untuk memperjuangkan guru. Karena itu, pengurus harus memastikan organisasi ini berjalan baik dan profesional,” pesan Thaher.(TM-01)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.