LANGGUR,TikMalukuNews.com–Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus memperkuat langkah pencegahan stunting dengan memberikan perhatian pada pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan, terutama ibu hamil dan anak usia dini.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta balita dengan kondisi berat badan kurang atau underweight, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Sakit Pratama Lies Hanubun itu dihadiri Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun bersama Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam.
Pembekalan tersebut juga menjadi bagian dari kampanye Gerakan Cegah Stunting yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam membangun pola hidup sehat serta memastikan kebutuhan gizi ibu dan anak terpenuhi sejak masa kehamilan.
Pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi salah satu strategi yang dikembangkan dalam pemberian makanan tambahan.
Selain lebih mudah diperoleh, bahan pangan lokal dinilai dapat dimanfaatkan sebagai sumber asupan bergizi sesuai kebutuhan ibu hamil dan anak.
Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mengatakan, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini dengan memastikan ibu hamil dan anak memperoleh asupan gizi yang memadai.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari pemenuhan gizi ibu hamil dan anak. Karena itu, pemanfaatan pangan lokal menjadi langkah penting yang perlu terus didorong di tengah masyarakat,” ujar Hanubun.
Menurutnya, upaya menekan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Peran keluarga dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan kebutuhan pangan bergizi dan kesehatan anak mendapat perhatian secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam mengajak masyarakat menjadikan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
“Gerakan cegah stunting membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat. Mari bersama-sama memastikan ibu hamil dan anak mendapatkan makanan bergizi serta perhatian kesehatan yang cukup,” ungkapnya.
Pemkab Maluku Tenggara berharap penguatan edukasi dan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat upaya bersama dalam percepatan penurunan stunting.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah menargetkan terciptanya kondisi tumbuh kembang anak yang lebih baik serta mendukung lahirnya generasi Maluku Tenggara yang sehat, berkualitas, dan memiliki masa depan yang lebih baik.(IST)
