Desakan Meritokrasi Meningkat, Bupati SBB Diminta Hentikan Nepotisme

oleh -101 views
banner 468x60

SBB, Tikmalukunews.com – Tuntutan reformasi birokrasi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kian menguat. Publik mendesak Bupati SBB, Asri Arman, untuk menghentikan praktik nepotisme dan mulai menerapkan prinsip meritokrasi dalam setiap proses pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan daerah.

Pernyataan tegas disampaikan pengamat kebijakan publik, Ismail M. Lussy, dalam keterangannya di Ambon, Sabtu (13/9/2025). Ia menilai bahwa birokrasi di SBB masih jauh dari prinsip merit system sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN).

banner 336x280

“Banyak jabatan strategis diisi oleh orang-orang yang dekat secara pribadi atau politis dengan bupati, bukan karena kompetensi atau rekam jejak profesional,” ujar Ismail.

Fenomena “like and trust” dinilai masih lebih dominan dibanding prinsip “the right man on the right place”, yang seharusnya menjadi roh birokrasi modern. Akibatnya, roda pemerintahan berjalan stagnan, minim inovasi, dan kerap dijadikan ladang balas jasa politik.

Ismail juga menyoroti proses Jobfit, seharusnya menjadi instrumen evaluasi objektif dalam pengisian jabatan ASN—yang justru kerap dijadikan formalitas belaka. Tanpa mekanisme yang transparan dan terukur, proses tersebut dinilai hanya menjadi legitimasi atas keputusan yang sudah diarahkan sebelumnya.

“Kritik keras saya: birokrasi tidak boleh menjadi alat politik kekuasaan. Merit system bukan hiasan, melainkan fondasi untuk mencegah budaya patronase yang merusak,” tegasnya.

Ia pun mendesak Bupati Asri Arman agar berani melakukan langkah konkret dengan melibatkan asesor independen dalam proses Jobfit, membuka hasilnya ke publik, dan memastikan setiap promosi jabatan dilakukan berdasarkan kapabilitas, bukan kedekatan.

Lebih jauh, Ismail menegaskan bahwa keberanian menjalankan meritokrasi adalah ukuran sejati kepemimpinan.

“Bupati yang kuat tidak takut kehilangan loyalis demi menegakkan profesionalisme. Hanya dengan cara ini birokrasi bisa menjadi mesin pelayanan rakyat, bukan kepentingan elite,” tandasnya.

Ismail pun mengingatkan bahwa dirinya tidak akan segan memberikan kritik tajam selama lima tahun kepemimpinan Asri Arman jika tidak ada langkah nyata ke arah reformasi birokrasi yang sesungguhnya.(TMN-02)

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.