Dirbinmas Polda Maluku Laksanakan Pembinaan di Hitu Mesing, Tekankan Perdamaian dan Pembukaan Blokade Jalan

oleh -10 views

 

Ambon,TikMalukuNews.com-
Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Maluku yang juga menjabat sebagai Upu Pasalo’ok/Upu Pelindung/Pengayom Hetu Jazirah, Kombes Pol, Kombes. Pol. Hujra Soumen, S.IK., MH. melaksanakan rangkaian kegiatan pembinaan dan pengarahan kepada masyarakat Negeri Hitu Mesing, sebagai bagian dari upaya pemulihan keamanan dan perdamaian pascabentrok antar negeri di Jazirah Leihitu, khususnya antara Negeri Hitu Mesing dan Negeri Morela yang terjadi beberapa hari lalu.

 

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara Polri, lembaga adat Hetu Jazirah, dan masyarakat, dalam meredam potensi konflik lanjutan sekaligus mengembalikan nilai-nilai persaudaraan, pela gandong, serta kearifan lokal yang menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat Jazirah.

Dalam arahannya, Dirbinmas Polda Maluku menekankan pentingnya seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan penyelesaian persoalan melalui mekanisme adat dan jalur hukum. Tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga masyarakat umum diajak berperan aktif sebagai pelopor perdamaian di negeri masing-masing.

“Sebagai Dirbinmas Polda Maluku sekaligus Upu Pasalo’ok Hetu Jazirah, saya hadir membawa pesan keamanan, adat, dan persaudaraan. Konflik tidak pernah membawa kemenangan, yang ada hanyalah luka bersama. Perdamaian adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan doa bersama di Masjid Negeri Hitu Mesing, yang berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, Upu Pasalo’ok menegaskan bahwa agama dan adat harus menjadi penyejuk hati, sekaligus ruang lahirnya kesadaran damai setelah terjadinya konflik.

 

“Masjid adalah tempat menenangkan hati. Dari sinilah kesadaran damai harus lahir. Apa yang sempat ditutup karena emosi, hari ini kita buka kembali dengan niat baik dan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut nyata dari pembinaan dan pengarahan tersebut, Upu Pasalo’ok Hetu Jazirah bersama Upu Negeri Hitu Mesing, tokoh pemuda, dan masyarakat, secara sadar dan tanpa paksaan melakukan pembukaan blokade jalan yang sebelumnya dipasang pascabentrok.

Langkah ini menjadi simbol kembalinya akal sehat, nilai adat, serta komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan ketertiban di Jazirah Leihitu.

Upu Negeri Hitu Mesing dalam pernyataannya mengajak seluruh anak negeri untuk tetap menjaga keamanan, tidak terpengaruh isu-isu menyesatkan, serta mempercayakan sepenuhnya proses penyelesaian persoalan melalui jalur adat dan hukum yang berlaku.

Pembukaan blokade jalan tersebut mendapat apresiasi luas karena mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menyikapi konflik, sekaligus membuktikan bahwa pendekatan pembinaan yang humanis, berbasis adat dan agama, mampu menghadirkan solusi damai yang konkret.

 

Dengan kembali terbukanya akses jalan, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat diharapkan dapat berjalan normal, serta situasi keamanan di Jazirah Leihitu tetap terjaga dalam suasana aman, damai, dan bermartabat.

 

“Komitmen Hetu Jazirah untuk mewujudkan Jazirah yang aman dan damai.”..