Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Kota Ambon, Fachrurrazy Hassannussi, menegaskan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum penting bagi pemuda Muslim untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri.
Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda yang lahir dari tekad dan persatuan para pemuda bangsa tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremonial tahunan, tetapi harus dihayati dalam tindakan nyata.
“Pemuda Muslim harus mampu memaknai Sumpah Pemuda sebagai panggilan untuk berkontribusi positif, menjaga persatuan, dan memperkuat nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” ujar Fachrurrazy saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/10).
Ia menambahkan, semangat tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial, semangat belajar, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Lebih lanjut, Fachrurrazy menekankan pentingnya peran pemuda Muslim dalam membangun moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk seperti Kota Ambon. Ia menilai bahwa sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan adalah wujud nyata dari semangat Sumpah Pemuda yang relevan dengan konteks kekinian.
“Pemuda harus menjadi agen perekat kebangsaan, bukan justru terjebak dalam sikap intoleran dan eksklusif,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa 28 Oktober merupakan momentum bersejarah yang meneguhkan tekad persatuan para pemuda jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Sumpah Pemuda adalah komitmen luhur untuk bersatu, berbahasa, dan berbangsa Indonesia. Bagi pemuda Muslim, ini harus menjadi refleksi untuk semakin mencintai negara, bangsa, dan bahasa Indonesia,” ujar Fachrurrazy.
Menurutnya, pemuda hari ini adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Karena itu, mereka harus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat agar mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Bangsa ini butuh pemuda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral,” pungkasnya.(TMN-01)












