SOFIFI,TikMaukuNews.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi berhasil menuntaskan pemulihan sistem kelistrikan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat.
Seluruh wilayah terdampak kini telah kembali menikmati aliran listrik secara normal.
Pemulihan total ditandai dengan berhasilnya penyalaan listrik di lima desa terakhir yang sebelumnya terisolasi, yakni Desa Tuguis, Totala Jaya, Tolofuo, Totala Luar, dan Bosala. Dengan selesainya pekerjaan tersebut, PLN mencatat rasio pemulihan infrastruktur kelistrikan mencapai 100 persen di seluruh wilayah terdampak.
Proses perbaikan di lima desa tersebut menjadi tantangan terberat bagi tim di lapangan karena keterbatasan akses jalan. Kondisi geografis Kecamatan Loloda pascabencana menyulitkan mobilisasi alat berat, sehingga petugas harus mengangkut material pengganti seperti kabel, isolator, dan perlengkapan lainnya secara manual.
Tim teknis PLN yang dikenal sebagai “Green Troops” bahkan harus melintasi jalur setapak dan mendaki lereng-lereng terjal untuk mencapai titik kerusakan. Medan berbukit dengan kemiringan ekstrem tidak menyurutkan semangat petugas untuk memastikan masyarakat di pelosok Halmahera Barat kembali mendapatkan akses energi listrik.
General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis tinggi seperti Maluku dan Maluku Utara.
“Kami memastikan setiap masyarakat, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan layanan kelistrikan yang andal, bahkan di tengah kondisi darurat. Pemulihan di Loloda ini bukan hanya soal menyalakan jaringan listrik, tetapi juga menghadirkan kembali harapan dan menggerakkan aktivitas ekonomi warga yang sempat terhenti,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian pemulihan 100 persen tersebut merupakan hasil kerja kolektif tim di lapangan yang mengedepankan profesionalisme, ketangguhan, serta penerapan standar keselamatan kerja yang ketat. Koordinasi intensif antara unit teknis, manajemen wilayah, serta dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting dalam percepatan perbaikan jaringan di area terisolasi.
Lebih lanjut, Soeratmoko menekankan pentingnya langkah preventif sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Kami tidak berhenti pada tahap pemulihan. Penguatan infrastruktur di daerah rawan bencana menjadi prioritas agar sistem kelistrikan lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem di masa mendatang,” katanya.
Sejalan dengan itu, Manager PLN UP3 Sofifi, Ilham Sunda Diputra, menyampaikan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama tanpa mengabaikan kecepatan pemulihan.
“Kami memahami betapa krusialnya listrik bagi warga saat masa pemulihan. Listrik bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga mendukung pompa air bersih serta sarana komunikasi masyarakat yang sempat terisolasi,” ujarnya.
Keberhasilan pemulihan ini juga didukung sinergi antara PLN dan masyarakat setempat. Warga turut membantu menunjukkan jalur alternatif di kawasan hutan agar material dapat diangkut menuju titik kerusakan.
Kembalinya aliran listrik di Desa Tuguis hingga Bosala pun disambut haru oleh warga yang sebelumnya harus bermalam tanpa penerangan akibat jaringan roboh diterjang longsor.
Pasca pemulihan total, PLN UP3 Sofifi berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh serta penguatan jaringan di titik-titik rawan longsor. Upaya mitigasi yang akan dilakukan meliputi penataan ulang jalur kabel, peningkatan kualitas konstruksi, serta penggunaan tiang yang lebih kokoh di area labil.
Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi gangguan serupa apabila cuaca ekstrem kembali melanda Halmahera Barat, sekaligus memastikan keberlanjutan layanan listrik yang andal bagi masyarakat.(TM-01)
