AMBON,TikMalukuNews.com– Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengimbau keluarga jemaah haji Kloter 24 asal Kota Ambon agar menunggu dan menjemput kerabat mereka di pelataran Masjid Al Fatah Ambon, bukan di Bandara Pattimura maupun Asrama Haji Waiheru.
Kasrul menjelaskan, pesawat yang membawa jemaah haji asal Maluku telah lepas landas dari Arab Saudi menuju Embarkasi Makassar pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIT. Sebanyak 391 jemaah asal Kota Ambon yang tergabung dalam Kloter 24 diperkirakan tiba di Makassar sekitar pukul 08.00 WITA.
“Setibanya di Makassar, para jemaah akan menjalani sejumlah prosedur kedatangan dari luar negeri, seperti pemeriksaan kesehatan, karantina, imigrasi, dan bea cukai. Tim PPIH yang dipimpin Kepala Bidang Haji dan Umrah bersama petugas terkait telah siap mendampingi seluruh proses tersebut,” ujar Kasrul
melalui sambungan telepon seluler,Kamis(18/6)
Setelah beristirahat sekitar tiga hingga empat jam di Makassar, para jemaah akan diterbangkan ke Ambon menggunakan tiga pesawat carter Garuda Indonesia yang telah disiapkan.
Keberangkatan dilakukan secara bertahap dengan selang waktu sekitar 15 menit antar-pesawat.
“Pesawat pertama diperkirakan tiba di Bandara Pattimura Ambon sekitar pukul 15.00 WIT. Panitia daerah sudah siap menyambut dan mengantar jemaah menuju Asrama Haji Waiheru,” katanya.
Menurut Kasrul, setibanya di Ambon para jemaah tidak akan masuk ke terminal penumpang. Dari pesawat, mereka langsung diarahkan melalui garbarata menuju bus yang telah disiapkan di area bandara untuk selanjutnya diantar ke Asrama Haji Waiheru.
Di asrama haji, jemaah akan beristirahat sejenak, menikmati makan pagi, serta mengikuti proses serah terima dari Pemerintah Provinsi Maluku kepada Panitia Haji Kota Ambon. Selanjutnya, Pemerintah Kota Ambon akan mengantar para jemaah ke pelataran parkir Masjid Al Fatah untuk bertemu dengan keluarga.
“Kami mengimbau keluarga jemaah agar menunggu di Masjid Al Fatah. Di bandara tidak akan bisa bertemu karena jemaah langsung dibawa ke bus. Di Asrama Haji Waiheru juga akses kendaraan sangat terbatas dan hanya diperuntukkan bagi kendaraan operasional pengangkut jemaah,” jelasnya.
Kasrul menambahkan, seluruh barang bawaan jemaah, baik tas kabin maupun koper besar, akan ditangani oleh panitia. Bagasi utama nantinya akan diambil dan didistribusikan oleh petugas dari Pemerintah Kota Ambon setelah tiba di Asrama Haji Waiheru.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah yang telah menunaikan ibadah haji. Semoga seluruh proses kepulangan berjalan lancar dan para jemaah dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat,” pungkasnya.
