AMBON, TikMalukuNews.com – Kafilah Provinsi Maluku mencatat kemajuan pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang. Sepuluh peserta berhasil menembus nilai di atas 90, menunjukkan peningkatan capaian dibandingkan keikutsertaan Maluku pada ajang serupa sebelumnya.
Pelaksana Tugas Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Maluku, Kasrul Selang, mengatakan peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan kualitas kafilah Maluku dalam beberapa tahun terakhir.
Hal itu disampaikan Kasrul saat acara pelepasan kafilah MTQ Maluku di Hotel Grand Avira, Senin (21/9/2026).

Menurut Kasrul, Maluku mengikuti 25 dari 46 cabang musabaqah yang diperlombakan pada MTQ Nasional XXXI, termasuk satu cabang eksebisi Tilawah Tunarungu. Kafilah Maluku diperkuat peserta yang berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Maluku.
Ia mengatakan, perkembangan capaian kafilah terlihat jika dibandingkan dengan hasil pada tahun-tahun sebelumnya. Dari 2023 hingga 2025, terdapat kecenderungan peningkatan, yang kembali terlihat pada pelaksanaan MTQ Nasional tahun ini.
“Kalau dilihat dari waktu ke waktu, dari 2023, 2024, 2025, kita ada progres menanjak. Dulu yang lolos sampai antara 10 sampai 15 besar hanya satu atau dua orang, kali ini kita sampai sepuluh orang,” kata Kasrul.
Selain peningkatan jumlah peserta dengan capaian tinggi, Kasrul menyebut persaingan dalam MTQ Nasional semakin ketat. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi LPTQ Maluku untuk terus memperbaiki pola pembinaan dan meningkatkan kualitas peserta.
Menurutnya, potensi qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta pada berbagai cabang musabaqah masih cukup besar untuk dikembangkan, terutama dari kalangan generasi muda dan remaja.
“Angka-angka ini, skor-skor ini, tidak membuat kami, pengurus terutama, terus berpuas diri. Selain tantangan dan persaingan yang makin ketat, masih banyak yang perlu kita evaluasi,” ujarnya.
Kasrul juga mengungkapkan Pemerintah Provinsi Maluku menyiapkan penghargaan bagi peserta yang berhasil meraih nilai di atas 90. Penghargaan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap perjuangan peserta dalam membawa nama Maluku di tingkat nasional.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut tidak semata-mata dilihat dari tinggi rendahnya nilai yang diperoleh peserta, tetapi sebagai bentuk apresiasi atas proses dan perjuangan yang telah dilakukan.
“Jangan dilihat apresiasi ini dari nilainya, tapi mari kita lihat bentuk perhatian dari pemerintah provinsi kita, dari Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, Bapak Sekda,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, mengapresiasi perjuangan seluruh kafilah yang telah mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang.

Sadali mengatakan, hasil yang diperoleh peserta, termasuk capaian nilai tinggi, harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi Maluku pada ajang MTQ berikutnya.
Menurutnya, keberhasilan dalam sebuah perlombaan tidak hanya diukur dari perolehan juara. Pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan dan peningkatan kemampuan peserta.
“Kejuaraan atau prestasi untuk mendapat juara bukan satu-satunya harapan para kafilah dalam bertanding,” katanya.
Ia meminta para peserta tidak berhenti berlatih meskipun hasil yang diharapkan belum seluruhnya tercapai. Pengalaman dan persaingan yang dihadapi selama MTQ Nasional, kata dia, perlu dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan.

“Keberhasilan yang belum tercapai jangan menjadi hambatan atau kendala untuk berputus asa. Terus berlatih untuk menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Sadali juga mendorong LPTQ Maluku memperkuat pembinaan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota. Pembinaan tersebut mencakup qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta pada seluruh cabang musabaqah.
“Pembinaan perlu kita lakukan secara maksimal dan berkelanjutan di seluruh kabupaten kota. Dengan demikian, kita harapkan para qari dan qariah dapat tampil maksimal dan melahirkan juara-juara LPTQ,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para peserta, pelatih, ofisial, dan pendamping yang telah berkontribusi dalam membawa nama Maluku pada MTQ Nasional XXXI di Semarang.
“Terus berlatih. Kami pemerintah sangat menghargai perjuangan ini. Setiap perlombaan pasti ada kalah dan menang. Hal itu biasa,” kata Sadali.(TMN-01)













