Kemenag Perkuat Kompetensi 50 ASN KUA melalui Uji Jabatan Fungsional Penghulu

oleh -3 views
banner 468x60

Ambon, TikMalukuNews.com –Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku melalui Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) menyelenggarakan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Penghulu bagi 50 ASN dari Kantor Urusan Agama (KUA) tingkat kecamatan se-Maluku. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Grand Avira Hotel, Ambon, mulai Rabu (22/10).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur dan memperkuat tiga aspek kompetensi utama ASN KUA, yaitu kompetensi teknis, manajerial, dan sosial-kultural. Selain uji kompetensi, peserta juga mengikuti Workshop Pengelolaan Perpustakaan Masjid dan Pendataan ELIPSKI (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam) sebagai upaya penguatan literasi keagamaan berbasis masjid yang mendukung profesionalisme ASN dalam melayani umat.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan pentingnya kompetensi sosial-kultural sebagai salah satu bekal utama ASN KUA. Ia mengingatkan bahwa seorang penghulu atau kepala KUA harus mampu menjadi teladan di masyarakat, tidak hanya secara keilmuan, tetapi juga dalam cara berinteraksi dengan tokoh agama dan masyarakat luas.

“Jangan sampai ada penghulu atau kepala KUA yang tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, atau tidak mampu membacakan doa dan khutbah ketika diminta. Itu mencoreng citra institusi kita,” tegas Yamin.

 

Ia menambahkan, ASN Kemenag harus siap tampil di masyarakat dan menjawab kebutuhan umat secara aktif. “ASN Kemenag bukan hanya hadir secara fisik, tapi ditunggu perannya. Harus bisa ceramah, khutbah, doa, atau apapun bentuk pelayanan keagamaan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Yamin juga menyoroti pentingnya kesiapan ASN menghadapi dinamika masyarakat modern, termasuk program-program strategis pemerintah seperti pencegahan pernikahan dini dan edukasi pernikahan berbasis literasi keagamaan. Ia menekankan bahwa ASN harus mampu hadir sebagai solusi, bukan sekadar pelaksana administratif.

“Kompetensi itu bukan sekadar sertifikat, tapi kemampuan nyata untuk memimpin, mengatur, dan menyesuaikan diri dengan masyarakat. Jangan jadi provokatif, jadilah penyejuk. Di era sekarang, ASN KUA harus mampu hadir dengan performa terbaik, baik di mimbar maupun di tengah masyarakat,” pesannya.

Dalam Workshop Pengelolaan Perpustakaan Masjid dengan fokus pada sistem ELIPSKI. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan masjid dalam menyongsong digitalisasi literasi keagamaan.

Tujuannya dapat meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan perpustakaan masjid sesuai perkembangan teknologi.

Mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat literasi, dakwah, dan sumber ilmu keagamaan masyarakat.

Meningkatkan pemahaman manajemen koleksi, pengorganisasian, dan pengembangan perpustakaan.

Menguasai sistem ELIPSKI, untuk mengakses bantuan operasional dan manajemen digital perpustakaan.

Menyamakan persepsi tentang standar pengelolaan perpustakaan masjid yang profesional dan modern.

Harapannya dapat menumbuhkan literasi keagamaan di kalangan generasi muda di era digital.

Menyediakan layanan digital perpustakaan Islam yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan generasi X hingga Z.

Membangun ketahanan sosial budaya melalui akses literasi yang moderat dan terbuka.

Menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas literasi, termasuk diskusi buku, lomba karya tulis, dan forum keilmuan.

Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan ASN KUA yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Transformasi digital layanan keagamaan, termasuk penguatan literasi berbasis masjid, menjadi salah satu pilar utama dalam reformasi layanan Kementerian Agama ke depan.(TMN-01)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.