Ambon,Tikmalukunews.com-
Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Tiga GP Ansor Wilayah Maluku.
Kegiatan yang mengusung tema “Mencetak Kader Berdigdaya, Mandiri, dan Berintegritas Menuju Kemandirian Ansor Maluku” ini berlangsung di Aula Musdalifa, Asrama Haji Waiheru, Kota Ambon (23/10).
Agenda pembukaan pendidikan kader yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 23 peserta ini dihadiri Wakil Sekjen GP Ansor, Mashuri Maswatu, Khatib Syuriyah PWNU Maluku, KH. Chairuddin Talaohu, Lc., Wakil Ketua PWNU Maluku, Abdul Gani Wael, S.Ag., Ketua GP Ansor Wilayah Maluku, Ridwan Nurdin, serta para pengurus GP Ansor Wilayah Maluku dan pimpinan organisasi kepemudaan di wilayah ini.
Ketua PWNU Maluku dalam sambutannya mengatakan, agenda ini tidak bersifat seremonial semata atau sekadar mengimplementasikan program organisasi, tetapi lebih dari itu, LKD merupakan wadah untuk mengasah potensi kader Ansor agar menjadi kader yang berkualitas.
“Kualitas itu penting untuk mengawal kemajuan pembangunan masyarakat, bangsa, dan agama, serta melindungi kepentingan umat, terutama para ulama, yang akhir-akhir ini sering diganggu oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Kader Ansor di Maluku yang kini mengikuti PKL 3 dituntut memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan kompetensi sosial-kultural. Artinya, dalam diri kader harus tertanam pemahaman yang baik tentang pengelolaan organisasi, kepemimpinan, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
“Saya menilai kader Ansor yang mengikuti agenda ini sudah memiliki dasar kemampuan, dan lewat PKL 3 ini harus dimatangkan,” tutur Yamin.
Organisasi Ansor memiliki visi dan misi yang besar; setiap kader harus memahaminya dengan baik agar tahu arah perjuangan organisasi. “Karena setelah PKL 3 ini, seluruh peserta akan kembali ke masyarakat. Saya harap seluruh kader Ansor menjadi pelopor perubahan, menjadi tempat bersandar bagi masyarakat, dan memberikan yang terbaik demi agama, bangsa, serta Provinsi Maluku yang kita cintai,” tambah Ketua PWNU Maluku.
Sementara itu, Wakil Sekjen GP Ansor, Masyuri Maswatu, mengatakan kader Ansor Maluku dituntut memiliki kualitas dan kemampuan agar dapat berperan aktif dalam masyarakat. Saat ini, banyak kader Ansor di Maluku yang tampil memberi warna di berbagai bidang sebagai pemimpin.
Masyuri, yang juga Koordinator Wilayah (Korwil) GP Ansor Indonesia Timur, mengatakan hal ini menjadi contoh bagi peserta PKL. Regenerasi Ansor di masa mendatang harus lebih aktif mengisi peran-peran strategis, tidak hanya secara kuantitatif, tetapi juga menjadi pemimpin yang berkualitas untuk membangun negeri.
“Pesan ini jangan diabaikan. Berperanlah secara aktif, jangan biarkan negeri ini dipimpin oleh mereka yang tidak mendahulukan kepentingan umat,” tegas Masyuri.
Ia menambahkan, kader Ansor harus terus meng-upgrade kemampuan karena tantangan ke depan akan semakin besar. “Pemahaman kader harus mengikuti perubahan. Saya berharap peserta dapat mengikuti agenda ini dengan baik hingga selesai. Niatkan dengan tulus bahwa kalian semua adalah pewaris perjuangan para kiai dan ulama NU,” harapnya.
Di tempat yang sama, Ketua GP Ansor Wilayah Maluku, Ridwan Nurdin, mengatakan bahwa secara teknis, penyelenggaraan PKL GP Ansor di Maluku selama ini telah berjalan dengan baik. Namun, ia yang juga Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Maluku mengakui bahwa ke depan sistem penyelenggaraan dan format PKL perlu didesain lebih efektif agar pola kaderisasi berjalan maksimal di seluruh wilayah kota dan kabupaten di Maluku.
Ke depan, Nurdin, yang juga dikenal publik melalui media sosial dengan nama akun La Songko Tinggi, menilai tidak perlu selalu mendatangkan pemateri dari Jakarta untuk menjangkau wilayah kabupaten yang sulit diakses. Solusinya, peserta yang telah mengikuti PKL 3 akan melalui proses screening untuk menjadi pemateri.
“Ini efektif dan sangat efisien. Ke depan, bila dibutuhkan pemateri kaderisasi PKL, maka mereka yang lulus screening di masing-masing daerah akan siap diterjunkan untuk menjalankan perannya sebagai pemateri,” jelas Nurdin.
Ia menambahkan, PKL 3 merupakan agenda kaderisasi yang bertujuan memperkuat mental calon pemimpin. “Penguatan mental ini sangat penting. Kaderisasi bukan hanya mengajarkan teori, tetapi juga melatih mental untuk menjadi pemimpin masa depan NU,” katanya.
Ketua Ansor Wilayah Maluku berharap, semoga dari Ansor dapat lahir pemimpin-pemimpin yang populis, bukan elitis. “Pemimpin itu tidak diukur dari kebesaran pakaiannya atau kemewahannya, tetapi dari eksistensinya. Ansor adalah ruh santri, miqat kita adalah para kiai. Kader Ansor Maluku harus mempersiapkan mentalnya untuk menjadi pemimpin besar,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar peserta kaderisasi tingkat tiga mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Seluruh peserta harus memiliki niat tulus untuk berkhidmat kepada kiai, NU, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjaga marwah organisasi, baik GP Ansor, Banser, Rijalul Ansor, maupun NU secara umum.(IST)















