Ambon, Tikmalukunews.com – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung program swasembada jagung tahun 2025, Perum Bulog Divre Maluku dan Maluku Utara menyatakan kesiapan penuh untuk menyerap hasil panen jagung pipil dari petani lokal.
Langkah ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis bersama Polda Maluku, yang aktif mendampingi kelompok tani guna meningkatkan produktivitas pertanian di berbagai wilayah.
Hal ini disampaikan, Kepala Perum Bulog Divre Maluku dan Malut, Rudy Senawi Tahir, kepada media ini, saat menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III, Sabtu (27/9/2025).
Menurutnya, kolaborasi antara Bulog dan Polda Maluku menjadi wujud nyata dalam menciptakan ekosistem pertanian yang sehat, berkelanjutan, dan berpihak kepada petani.
“Kami siap menyerap hasil panen jagung pipil dari petani lokal. Kehadiran Bulog tidak hanya sebagai off-taker, tetapi juga sebagai mitra strategis petani dalam memastikan hasil pertanian mereka terserap dan memiliki nilai jual yang stabil,” ujar Rudy.
Meskipun diakui Rudy, bahwa produksi jagung pipil di Maluku saat ini masih belum besar, namun memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Tantangan utama yang dihadapi petani antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya proses pasca panen.
“Di Maluku, gabah memang ada, tapi belum terlalu banyak. Untuk jagung pipil, kualitasnya sebenarnya bagus, hanya perlu ditingkatkan lagi cara perawatan, penjemuran, dan penggilingannya. Kita butuh kadar air maksimal 14% agar bisa diserap Bulog,” jelas Rudy.
Saat ini, Bulog dan Polda Maluku tengah menjajaki mekanisme pendampingan intensif kepada para petani jagung agar proses budidaya hingga pasca panen sesuai dengan standar penyerapan Bulog.
“Dalam waktu dekat, jagung dari sini akan mulai kita serap. Polda memberikan pendampingan dari proses tanam hingga distribusi, sementara Bulog siap membeli hasilnya. Ini bagian dari upaya bersama mendorong petani lokal agar bisa lebih baik,” tambahnya.
Rudy juga mendorong agar para petani terus mendapatkan edukasi terkait teknik budidaya, pengolahan pasca panen, hingga akses pasar. Dengan dukungan lintas sektor, ia optimis bahwa target swasembada pangan nasional dapat tercapai, termasuk dari sektor jagung di wilayah timur Indonesia.
Menurut Rudy, keterlibatan Polda Maluku dalam sektor pertanian patut diapresiasi karena memberikan dampak langsung terhadap keberhasilan petani. Mulai dari distribusi bibit, pengawasan pupuk, hingga pengamanan masa panen, semua berjalan dengan pendekatan kolaboratif.
“Peran aktif Polda Maluku adalah bentuk nyata dukungan terhadap kebijakan strategis nasional. Ini yang kami sebut kolaborasi substantif, bukan hanya simbolik,” ujarnya.
Bulog berharap, dengan meningkatnya hasil panen jagung lokal, penyerapan yang dilakukan akan memperkuat cadangan pangan nasional, menstabilkan harga pasar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi petani.
“Kolaborasi ini tidak hanya memberi manfaat jangka pendek berupa serapan hasil panen, tetapi juga memperkuat fondasi jangka panjang untuk kemandirian pangan di wilayah timur Indonesia,” tutur Rudy.
Bulog juga memastikan bahwa seluruh hasil jagung yang diserap akan dikelola secara profesional dan disalurkan sesuai kebutuhan industri pangan atau sebagai bagian dari program pemerintah lainnya.(TMN-01)














