Ambon — Siswa-siswi SMAN 13 Ambon mengunjungi Gudang Bulog Halong dalam program wisata edukasi guna mempelajari rantai pasok logistik pangan, pengelolaan cadangan beras pemerintah, serta upaya menjaga stabilitas harga.
.
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai pengelolaan cadangan pangan nasional, khususnya komoditas beras dan bahan pokok lainnya. Para siswa memperoleh pengalaman lapangan terkait ketahanan pangan, logistik beras, hingga manajemen pergudangan.
Dalam kunjungan tersebut, siswa tidak hanya melihat langsung stok beras, minyak goreng, dan gula, tetapi juga memahami fungsi strategis gudang Bulog.
Siswa juga diperkenalkan pada prosedur penyimpanan, sistem distribusi, serta peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di wilayah Maluku.
Selain itu, siswa mempelajari aspek teknis pengelolaan logistik, mulai dari teknik penyusunan karung beras yang aman, pengukuran kadar air, pemeriksaan kualitas beras, hingga metode pengendalian hama.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab, di mana mereka aktif menggali informasi terkait proses distribusi dan pengelolaan bahan pangan.
Kepala Kantor Wilayah Bulog Maluku dan Maluku Utara, Rudy Senawi Tahir, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional. Ia menyebutkan, stok beras nasional saat ini mendekati 5 juta ton, sementara untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara mencapai sekitar 15.000 ton dan dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.
Menurutnya, kunjungan ini juga bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada pelajar terkait proses distribusi beras, mulai dari produksi hingga tersimpan di gudang Bulog.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dipahami sejak dini.
Bulog, lanjut Rudy, berkomitmen untuk terus membuka ruang edukasi publik secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda memiliki wawasan yang lebih baik serta kesadaran akan pentingnya swasembada pangan di Indonesia.
