Listrik Maluku 2026 Kacau: Pemadaman Merajalela, GM PLN UIW M2U Dinilai Gagal

oleh -0 views

Memasuki awal tahun 2026, kondisi kelistrikan di Maluku kian memprihatinkan dan menuai sorotan tajam.

Gangguan teknis yang terus berulang serta keterbatasan infrastruktur membuat pemadaman listrik terjadi secara merajalela, bahkan sering berlangsung tanpa pemberitahuan.

Situasi ini memicu keresahan masyarakat, yang mengaku mengalami kerugian akibat kerusakan peralatan elektronik, terutama menjelang momen penting seperti Hari Raya Idulfitri.

Kondisi tersebut pun memunculkan penilaian bahwa kinerja GM PLN UIW M2U, Noer Soeratmoko belum mampu menjawab persoalan yang terjadi.

Permasalahan semakin kompleks dengan kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah kepulauan. Hal ini menjadi kendala serius dalam distribusi listrik maupun percepatan penanganan gangguan.

Selain itu, defisit daya akibat kerusakan mesin pembangkit serta beban listrik yang melebihi kapasitas turut memperparah keadaan, sehingga pemadaman tidak terhindarkan di berbagai wilayah.

Di tengah situasi tersebut, pemerataan infrastruktur kelistrikan masih menjadi persoalan besar. Hingga kini, ratusan desa di Maluku belum sepenuhnya menikmati akses listrik yang layak.

Meski pemerintah bersama PLN terus melakukan upaya perbaikan secara bertahap, termasuk menjaga tarif listrik tetap stabil pada periode April hingga Juni 2026, langkah tersebut dinilai belum mampu mengatasi seluruh persoalan yang dihadapi masyarakat.

Upaya penguatan sistem dan peningkatan kualitas layanan terus digencarkan. Namun, berbagai tantangan teknis dan kondisi geografis membuat proses penanganan berjalan lambat, khususnya di daerah terpencil.

Pemerintah pun didesak untuk segera mengambil langkah tegas dan mempercepat pembangunan infrastruktur, seiring meningkatnya sorotan publik terhadap kinerja GM PLN UIW M2U dalam menangani krisis kelistrikan di Maluku.