MALRA, TikMalukuNews.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara membuka ruang partisipasi bagi pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Maluku dalam kegiatan bakti sosial terintegrasi Kementerian Sosial Republik Indonesia yang akan digelar di Langgur pada April 2026.
Kegiatan tersebut diproyeksikan menjadi layanan sosial terpadu dengan menghadirkan berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, termasuk layanan kesehatan dan operasi katarak. Pelibatan daerah lain di Maluku diharapkan dapat memperluas jangkauan penerima manfaat dari program tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tenggara, Titus Betaubun, mengatakan pelaksanaan bakti sosial tidak hanya diarahkan untuk masyarakat Maluku Tenggara, tetapi juga terbuka bagi masyarakat dari kabupaten dan kota lain di Provinsi Maluku.
Menurutnya, keterlibatan daerah lain sejalan dengan cakupan kerja program Direktorat Rehabilitasi Sosial Lansia bersama Sentra Meohai Kendari yang meliputi sejumlah wilayah, termasuk Maluku.
“Karena kegiatan ini dilaksanakan di Maluku Tenggara, maka kabupaten dan kota lain di Maluku juga bisa turut mengikuti program bakti sosial ini,” kata Betaubun.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah bersama pihak terkait telah melakukan sejumlah persiapan untuk mendukung kelancaran kegiatan. Koordinasi awal dilakukan melalui rapat daring pada 6 Maret 2026 yang melibatkan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lansia, Sentra Meohai Kendari, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara.
Rapat tersebut membahas rencana pelaksanaan bakti sosial sekaligus langkah penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai program yang akan berlangsung di Langgur.
Koordinasi kemudian dilanjutkan pada 9 Maret 2026 dengan melibatkan unsur teknis yang lebih luas, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Maluku Tenggara, RSUD Karel Sadsuitubun Langgur serta pendamping sosial Kementerian Sosial di wilayah Maluku Tenggara.
“Pertemuan ini membahas kesiapan teknis pelaksanaan bakti sosial, termasuk layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Bakti sosial terintegrasi tersebut direncanakan turut dihadiri Menteri Sosial Republik Indonesia bersama sejumlah pejabat kementerian dan mitra kerja. Berdasarkan jadwal sementara, rombongan Menteri Sosial dijadwalkan tiba di Langgur pada 15 April 2026 dan kembali ke Jakarta pada 16 April 2026.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara selanjutnya mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Maluku yang ingin berpartisipasi agar berkoordinasi dengan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lansia maupun Sentra Meohai Kendari.
Melalui keterlibatan lintas daerah tersebut, pelaksanaan bakti sosial di Langgur diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan sosial dan kesehatan.(IST)
