,TikMalukuNews.com-MTsN 1 Malteng kembali menggelar Program Pesantren Ramadan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berakhlak mulia dan religius di bulan suci Ramadan 1447 H.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pendidikan karakter serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan para siswa.
Kepala MTsN 1 Malteng, La Amin, menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, kegiatan pembelajaran tetap berjalan sebagaimana mestinya. Namun, terdapat penguatan pada kegiatan keagamaan yang terintegrasi dalam aktivitas harian siswa.
“Selama Ramadan ini, sebelum pembelajaran dimulai, seluruh siswa melaksanakan tadarus Al-Qur’an. Kami menargetkan setiap kelas dapat menyelesaikan satu juz dalam satu hari. Ini menjadi bagian dari pembiasaan untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujar Amin.
Ia menambahkan bahwa pada Senin, 2 Ramadan, madrasah secara resmi memulai pelaksanaan Pesantren Ramadan yang akan berlangsung selama satu pekan, mulai pukul 08.00 hingga setelah salat Zuhur.
“Dalam Pesantren Ramadan ini, kami lebih menekankan pada pembentukan karakter religius siswa. Materi yang diberikan mencakup tauhid, pembinaan akhlak, ibadah, serta muamalah. Harapannya, siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Untuk memperdalam pemahaman siswa, pihak madrasah juga membentuk kelompok-kelompok kajian atau halaqah. Dalam halaqah tersebut, materi yang telah disampaikan dalam ceramah umum akan dibahas secara lebih terperinci.
“Kami membentuk halaqah yang dibimbing oleh guru maupun siswa yang dianggap mampu dan berkompeten. Dengan sistem ini, pembahasan materi menjadi lebih fokus dan interaktif, sehingga siswa dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman,” tambahnya.
Tak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, Pesantren Ramadan MTsN 1 Malteng juga diisi dengan kegiatan sosial. Pihak madrasah berkoordinasi dengan pembina OSIM untuk melaksanakan aksi berbagi, seperti pembagian takjil, infak, sedekah, serta bantuan sembako bagi siswa yang membutuhkan dan masyarakat sekitar.
“Setiap tahun kami melaksanakan kegiatan berbagi. Tahun lalu, bantuan sembako yang disalurkan mencapai lebih dari 200 paket. Tahun ini, selain kepada siswa yang berhak menerima, kami juga akan menyalurkan bantuan ke beberapa desa secara merata, dengan tetap memperhatikan siapa yang benar-benar membutuhkan,” ungkap Amin.
Sumber dana kegiatan sosial tersebut berasal dari sumbangan guru, siswa, serta sumber lain yang halal dan tidak mengikat.
Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus ditanamkan sejak dini agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang empati dan peduli terhadap sesama.
“Melalui Pesantren Ramadan ini, kami berharap dapat membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” tutupnya.
