AMBON, TikMalukuNews.com – MTs Al Mabrur Ambon terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan potensi peserta didik melalui berbagai program akademik dan ekstrakurikuler. Program tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi siswa dalam mengasah kemampuan, menyalurkan minat dan bakat, serta mendorong pencapaian prestasi.
Kepala Madrasah (Kamad) MTs Al Mabrur Ambon, Nasir Subhan, mengatakan, pihak madrasah telah menyiapkan lima kegiatan dalam program kelas pengembangan diri bagi peserta didik.
Lima kegiatan tersebut meliputi kelas kaligrafi, kelas bahasa Arab, kelas bahasa Inggris, pembinaan olimpiade, serta kelas tata boga. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Selain program pengembangan diri, MTs Al Mabrur Ambon juga memiliki dua kegiatan ekstrakurikuler, yakni Pramuka dan Taekwondo. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi dan bakat sesuai minat masing-masing.
“Program-program ini merupakan salah satu bentuk pengembangan madrasah untuk menyalurkan minat dan bakat peserta didik. Kami berharap melalui kegiatan tersebut, siswa dapat mengembangkan kemampuannya dan ke depan mampu meraih prestasi yang diharapkan,” ujar Nasir.
Menurutnya, pengembangan potensi siswa melalui kegiatan akademik dan ekstrakurikuler memiliki peran penting, terutama dalam mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Sebab, berbagai kemampuan dan prestasi yang dimiliki siswa dapat menjadi bekal dalam mengikuti seleksi pendidikan melalui jalur prestasi.
Ia menjelaskan, pengembangan madrasah tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, peningkatan kedisiplinan, serta penguatan kualitas dan keterampilan peserta didik.
Karena itu, madrasah perlu menyusun program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada, sehingga pengembangan peserta didik dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas lembaga pendidikan.
Nasir menambahkan, program pengembangan diri dan ekstrakurikuler tersebut telah berjalan sejak awal masa kepemimpinannya. Sebelum menetapkan program, pihak madrasah terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap kondisi dan kebutuhan madrasah sebagai dasar penyusunan kegiatan pengembangan.
“Sejak awal saya memimpin, kami sudah melakukan evaluasi terhadap madrasah. Dari hasil evaluasi tersebut, kemudian kami menyusun program-program pengembangan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan madrasah,” tutupnya.(TMN-02)
