Ambon,TikMalukuNews.com– Pelayanan kelistrikan di wilayah Maluku kembali menjadi sorotan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Noer Soeratmoko, kualitas layanan dinilai mengalami penurunan yang ditandai dengan masih seringnya terjadi pemadaman listrik di sejumlah daerah, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah kepulauan.
Keluhan masyarakat terus bermunculan terkait padamnya listrik yang terjadi berulang kali dan dalam beberapa kasus berlangsung cukup lama.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak pada sektor pendidikan, pelayanan publik, usaha kecil, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Selain persoalan pemadaman, masyarakat juga menyoroti masih adanya sejumlah desa dan wilayah terpencil di Maluku yang hingga kini belum menikmati layanan listrik secara penuh. Padahal, akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang menjadi indikator penting dalam mendorong pembangunan, pemerataan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sejumlah kalangan menilai bahwa persoalan tersebut menunjukkan perlunya langkah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen kelistrikan di Maluku.
Mereka berharap ada terobosan nyata untuk mempercepat elektrifikasi daerah terpencil sekaligus meningkatkan keandalan jaringan agar pemadaman dapat diminimalkan.
Pengamat dan tokoh masyarakat menegaskan bahwa PLN perlu lebih responsif terhadap keluhan pelanggan. Transparansi mengenai penyebab gangguan, jadwal pemeliharaan, serta target penyelesaian masalah dinilai penting agar kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kelistrikan tetap terjaga.
Dengan berbagai persoalan yang masih terjadi, muncul desakan agar kinerja jajaran pimpinan PLN di Maluku dievaluasi secara objektif. Evaluasi tersebut dianggap penting untuk memastikan pelayanan listrik berjalan lebih baik, merata, dan mampu menjawab harapan masyarakat Maluku yang selama ini mendambakan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.















