Pelni Ambon Siap Tanggung Kerugian Tabrakan KM Sanus 106

oleh -0 views
banner 468x60

Ok

AMBON, TikMalukuNews.com – PT PELNI (Persero) Cabang Ambon menyatakan siap bertanggung jawab atas kerugian warga di Banda, Kabupaten Maluku Tengah, akibat insiden tabrakan KM Sabuk Nusantara (Sanus) 106 yang terjadi pada Selasa (28/4).

banner 336x280

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut mengakibatkan sejumlah kerugian material. Di antaranya satu unit longboat berbahan fiber beserta mesin katinting milik warga, serta kerusakan pada dua kamar penginapan di kawasan pesisir RT 02 Negeri Administratif Nusantara, dekat dermaga Banda Neira, Kecamatan Banda.

Kepala Cabang PT PELNI (Persero) Ambon, Ridwan Mandaliko, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lepas tangan dan tetap bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini. PELNI berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh atas kerugian material yang dialami masyarakat,” ujarnya.

Ridwan menjelaskan, pihaknya akan menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pendataan dan perhitungan nilai kerugian secara langsung bersama warga terdampak. Seluruh kerusakan, baik pada rumah warga maupun fasilitas lainnya, akan dihitung sebagai dasar pemberian ganti rugi.

Selain itu, PELNI melalui kantor pusat juga akan menurunkan tim investigasi guna mengungkap penyebab pasti terjadinya tabrakan. Hasil investigasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penentuan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemberian sanksi.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, insiden terjadi saat kapal hendak bersandar di Pelabuhan Banda Neira. Diduga akibat gangguan mesin, kapal keluar dari jalur sandar dan akhirnya menabrak rumah warga di sekitar pelabuhan.

Kapal yang dinakhodai Djefri Djoni Laritmas (52) sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Amahai dan bersiap untuk sandar di Banda Neira. Saat berada sekitar 500 meter dari dermaga, nahkoda telah memerintahkan awak kapal untuk melakukan prosedur sandar, termasuk menetralkan mesin dan memasang tali tros.

Namun, meski berbagai upaya telah dilakukan, termasuk membunyikan peringatan dan menjatuhkan jangkar, kapal tetap melaju ke depan. Mesin kapal dilaporkan masih berputar maju meskipun telah diperintahkan mundur, hingga akhirnya menabrak rumah warga sebelum berhasil dihentikan secara manual. (TMN-01)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.