MALRA, TikMalukuNews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara terus memperkuat kemitraan dengan Gereja Protestan Maluku (GPM) dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi tersebut mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari penanggulangan kemiskinan, pencegahan stunting, pendidikan karakter, pelestarian adat dan budaya, hingga penguatan kerukunan umat beragama.
Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, saat menghadiri acara serah terima jabatan dan pisah sambut Ketua Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPM Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual, yang berlangsung di Gereja Sinai Jemaat Taar, Kota Tual, Minggu (30/8/2026) malam.
Charlos mengatakan, keberadaan lembaga keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, gereja tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan spiritual, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan karakter serta penguatan kehidupan sosial masyarakat.
“Pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan peran serta lembaga keagamaan. Gereja, dalam hal ini GPM, telah lama menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membina moral, spiritual, dan karakter masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, pergantian kepemimpinan dalam organisasi gerejawi merupakan bagian dari dinamika pelayanan yang harus diikuti dengan kesinambungan program dan penguatan kerja sama dengan berbagai pihak.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mendorong agar ruang kolaborasi bersama GPM terus diperluas, khususnya dalam pelaksanaan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Pelayanan gereja yang holistik tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga turut berperan aktif dalam pembangunan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara,” tegasnya.
Selain pembangunan dan kesejahteraan, Charlos menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama serta mempertahankan nilai persaudaraan, adat, dan budaya yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di Tanah Kei.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan modal sosial yang perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang agar kehidupan masyarakat tetap harmonis di tengah berbagai tantangan pembangunan.
Ia berharap kepemimpinan baru di lingkungan GPM dapat melanjutkan berbagai program pelayanan yang telah dirintis sekaligus membuka ruang kolaborasi yang semakin luas bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan lembaga keagamaan, pembangunan di Maluku Tenggara diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu memperkuat karakter, persaudaraan, dan kesejahteraan masyarakat.(IST)













