AMBON,TikMalukuNews.com-Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Maluku memastikan seluruh rangkaian pelayanan haji tahun 2026 akan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kepastian ini disampaikan seiring dengan berbagai persiapan matang yang telah dilakukan, mulai dari administrasi keberangkatan, kesiapan akomodasi, hingga koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait.
PPIH Maluku juga terus meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah, mencakup aspek kesehatan, transportasi, dan bimbingan ibadah. Para petugas haji telah dibekali pelatihan khusus guna memastikan setiap jamaah memperoleh pendampingan optimal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dengan kesiapan tersebut, PPIH optimistis pelaksanaan haji tahun ini dapat berlangsung dengan baik dan minim kendala.
Ketua PPIH Maluku, Kasrul Selang, kepada awak media Rabu (22/4/2026) menjelaskan bahwa penetapan PPIH dilakukan melalui SK Gubernur dengan melibatkan berbagai instansi, seperti Kementerian Haji, Imigrasi, Bea Cukai, serta pihak terkait lainnya. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan sehingga seluruh proses berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Lebih lanjut, Kasrul mengungkapkan bahwa skema Embarkasi Haji Antara (EHA). Melalui skema ini, berbagai proses seperti keimigrasian, pemeriksaan Bea Cukai, hingga karantina dapat diselesaikan di daerah asal, sehingga jamaah tidak perlu lagi melalui prosedur berulang di Embarkasi Makassar, melainkan hanya transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Jumlah jamaah haji Maluku tahun 2026 tercatat sebanyak 587 orang yang tergabung dalam Kloter 24, mayoritas berasal dari Kota Ambon. Sementara sekitar 194 jamaah lainnya akan bergabung dalam Kloter 26 bersama jamaah dari provinsi lain. Rencananya, keberangkatan jamaah ke Jedah akan dimulai pada 8 9 Mei dari Bandara Makasar.
Tahun ini, proses penyelenggaraan haji juga didukung oleh fasilitas Fast Track (Makkah Route) di Bandara Hasanuddin Makassar. Layanan ini memungkinkan pemeriksaan imigrasi, Bea Cukai, serta biometrik dilakukan langsung oleh petugas dari Arab Saudi. Dengan demikian, setibanya di Jeddah, jamaah tidak lagi menjalani pemeriksaan lanjutan dan dapat langsung menuju pemondokan yang telah disiapkan.
Untuk transportasi, jamaah haji Maluku akan diberangkatkan dari Ambon menuju Makassar menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan sistem carter. Jamaah terlebih dahulu masuk Asrama Haji Waiheru pada 7 Mei untuk mendapatkan pelayanan One Stop Service, sebelum diberangkatkan melalui beberapa jadwal penerbangan menuju Makassar pada 8 hingga 9 Mei.
Terkait anggaran, PPIH Maluku tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik meskipun terdapat penyesuaian biaya, termasuk akibat kenaikan harga bahan bakar pesawat. Pemerintah daerah tetap mendukung penuh pembiayaan demi kelancaran penyelenggaraan haji dan kenyamanan jamaah.
Selain itu, panitia juga akan melibatkan relawan baik di daerah maupun di Makassar guna memperkuat pelayanan di lapangan. Dengan kolaborasi seluruh pihak, PPIH Maluku berharap pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jamaah asal Maluku.
