Ambon,Tikmalukunews.com — Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menegaskan pentingnya lahirnya pemimpin-pemimpin partai yang loyal dan berjiwa pejuang sejati dalam pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) PDIP di Provinsi Maluku. Hasto mengingatkan, partai berlambang banteng moncong putih itu membutuhkan kader yang setia pada garis perjuangan partai dan tidak tergoda untuk berkhianat pada nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh Bung Karno dan Ibu Megawati Soekarnoputri.
“Konferda ini harus melahirkan pemimpin yang benar-benar loyal, bukan pengkhianat. Kita mencari sosok yang mampu mengemban amanat partai, menyatu dengan rakyat, dan teguh dalam ideologi PDI Perjuangan,” tegas Hasto dalam keterangan persnya di Ambon, Minggu(2/11).
Hasto menjelaskan, pelaksanaan Konferda bukan sekadar ajang memilih pengurus baru, tetapi juga momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meneguhkan kesadaran ideologis kader di seluruh tingkatan. Ia menilai, PDIP terus berbenah agar struktur partai semakin solid dan mampu turun langsung ke akar rumput.
“Pelaksanaan Konferda merupakan bagian dari upaya PDIP menata organisasi, membangun kesadaran ideologis, serta memantapkan seluruh jajaran agar partai semakin menyatu dengan rakyat. Partai tidak boleh hanya sibuk di atas, tapi harus hidup di tengah masyarakat,” ujar Hasto.
Maluku Punya Peran Strategis
Dalam kesempatan itu, Hasto menyebut Provinsi Maluku memiliki arti strategis dalam perjuangan PDIP. Ia menilai kader-kader PDIP di Maluku dikenal memiliki loyalitas tinggi terhadap Ibu Megawati Soekarnoputri dan ajaran Bung Karno.
“Maluku ini sangat spesial. Kader-kadernya sangat loyal kepada Ibu Megawati, Bung Karno, dan PDIP. Bahkan, Ibu Mega memberikan pesan khusus agar semangat menjadikan Indonesia sebagai negara samudra yang kuat dan berdaulat terus digelorakan,” jelasnya.
Hasto juga mengingatkan kembali pandangan geopolitik Bung Karno yang menjadikan Maluku sebagai kawasan penting dalam konsep Indonesia sebagai negara maritim. Ia menyebut, Bung Karno pernah merancang Maluku sebagai pusat oceanografi dan kota intelektual maritim pada masanya.
“Dari sinilah Bung Karno dulu punya gagasan besar menjadikan Maluku sebagai pusat oceanografi, atau city of intellect untuk membangun kekuatan maritim nasional. Semangat itulah yang ingin kami hidupkan kembali dalam kesadaran geopolitik kader PDIP di Maluku,” tambahnya.
Evaluasi dan Konsolidasi
Terkait pelaksanaan Konferda, Hasto menegaskan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP telah melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan daerah sebelumnya. Keputusan mengenai struktur baru akan diumumkan setelah melalui pembahasan di tingkat DPP.
“DPP telah melakukan evaluasi, dan Ketua Umum telah mengambil keputusan setelah dibahas dalam rapat DPP. Tentu kita mencari yang terbaik, yang benar-benar loyal. Di masa lalu, ada berbagai bentuk pengkhianatan yang menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” ujarnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan dalam Pemilu 2024 lalu, Hasto bersyukur PDIP tetap mendapat kepercayaan rakyat sebagai pemenang pemilu legislatif. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh kader dan simpatisan di Maluku yang telah menjaga marwah partai.
“Alhamdulillah, di tengah tekanan yang begitu kuat, PDIP tetap dipercaya rakyat dan menjadi pemenang pemilu legislatif. Kami berterima kasih kepada masyarakat Maluku yang telah memberikan kepercayaan, hingga posisi Ketua DPRD Provinsi pun berasal dari PDIP,” tutup Hasto.(TMN-01(













