AMBON, TikMalukuNews.com — SMA Negeri 1 Ambon (SAMANSA) kembali menggelar Education Fair (Edufair) atau Expo Pendidikan ke-20 2026 sebagai wadah bagi siswa untuk memperoleh informasi dan mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kegiatan yang menghadirkan 15 perguruan tinggi dari dalam maupun luar Maluku tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, ZainFence Mandaku, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, di lapangan upacara SMAN 1 Ambon, Kamis (1/10/2026).
Pembukaan Edufair 2026 ditandai dengan penekanan tombol Digital Launching Ceremony. Kegiatan ini menjadi bagian dari program tahunan SMAN 1 Ambon yang telah dirintis sejak 2003 dan tahun ini memasuki pelaksanaan ke-22.
Kepala SMAN 1 Ambon, Dra. Elonamayo Laturiuw, M.Si., mengatakan Edufair menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal lebih dekat berbagai perguruan tinggi, program studi, serta peluang pendidikan yang dapat dipilih sesuai minat dan potensi masing-masing.
“Melalui kegiatan Expo Pendidikan ini, anak-anak tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi masa depan, tetapi juga didorong untuk berani melampaui tantangan, beradaptasi dengan perubahan, berinovasi, dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” kata Laturiuw dalam sambutannya.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa. Karena itu, Edufair diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk bermimpi, berkarya, berinovasi, sekaligus menemukan potensi terbaik dalam dirinya.
“Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga tempat untuk bermimpi, berkarya, berinovasi, dan menemukan potensi-potensi terbaik dalam diri,” ujarnya.
Laturiuw menjelaskan, Edufair 2026 berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, kegiatan diperuntukkan bagi 553 siswa SMAN 1 Ambon. Selanjutnya, pada hari kedua dan ketiga, kegiatan dibuka bagi siswa dari sekolah lain, baik SMA negeri maupun swasta di Kota Ambon, termasuk sekolah dari Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat.
Sebanyak 15 perguruan tinggi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, baik perguruan tinggi dari luar daerah maupun yang berada di Kota Ambon dan Maluku. Kehadiran perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan siswa mengenai pilihan pendidikan tinggi.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, ZainFence Mandaku, mengapresiasi pelaksanaan Edufair SMAN 1 Ambon. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sekolah dalam menyediakan informasi pendidikan bagi siswa, sekaligus dapat memberikan manfaat bagi sekolah lain.
Ia menilai, Edufair tidak hanya penting bagi siswa SMAN 1 Ambon, tetapi juga dapat menjangkau siswa dari sekolah lain di Kota Ambon maupun daerah sekitar.
“Ini merupakan program tahunan yang luar biasa dalam rangka penguatan pendidikan di Provinsi Maluku, khususnya di SMA Negeri 1 Ambon,” kata Mandaku.
Selain Edufair, Mandaku juga menyoroti sejumlah upaya SMAN 1 Ambon dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi digital. SMAN 1 Ambon disebut sebagai salah satu sekolah kandidat rujukan Google di Provinsi Maluku.
Ia berharap praktik baik dalam pemanfaatan pembelajaran digital tersebut dapat diikuti sekolah-sekolah lain di Kota Ambon dan Maluku.
Mandaku juga menekankan pentingnya penguatan persiapan siswa sejak kelas X, terutama dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Menurutnya, persiapan tidak cukup dilakukan menjelang pelaksanaan tes, tetapi harus dibangun melalui proses pembelajaran yang baik dan berkelanjutan sejak awal.
“Yang mesti didorong adalah ketika siswa masih di kelas X, proses pembelajaran harus dilakukan secara benar,” tandasnya.(TMN-02)
