SMA Negeri 1 Ambon Jalankan Pendidikan Jarak Jauh, Lima Siswa Putus Sekolah Kembali Belajar

oleh -9 views
0-0x0-0-0#

 

 

AMBON,TikMalukuNews.com– SMA Negeri 1 Ambon mulai menjalankan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi anak-anak putus sekolah berusia 16 hingga 18 tahun. Program yang mulai memasuki proses belajar mengajar sejak 1 Agustus 2026 ini menjadi kesempatan bagi anak-anak yang sebelumnya tidak melanjutkan pendidikan untuk kembali mendapatkan hak belajar.

Kepala SMA Negeri 1 Ambon, Dra. E. Laturiuw, M.Si., mengatakan, sejak pendaftaran dibuka pada Juni hingga Juli 2026, tercatat delapan siswa mendaftar dalam program tersebut. Namun, dalam prosesnya, tiga siswa mengundurkan diri karena berbagai alasan, sehingga saat ini tersisa lima siswa yang aktif mengikuti pembelajaran.

“Awalnya ada delapan siswa yang terdaftar, tetapi dalam perjalanan tiga siswa mengundurkan diri karena berbagai kebutuhan. Sekarang tinggal lima siswa yang sudah berproses dalam pembelajaran,” ujar Laturiuw, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, kelima siswa tersebut telah resmi terdaftar sebagai peserta didik SMA Negeri 1 Ambon, mendapatkan ID belajar, serta tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sekolah juga telah menyiapkan buku pembelajaran yang akan didistribusikan kepada masing-masing siswa sesuai alamat tempat tinggal.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran PJJ menggunakan sistem Learning Management System (LMS), dengan memadukan pembelajaran sinkronus dan asinkronus. Siswa mengikuti materi dan mengerjakan tugas secara daring dari rumah, serta mengikuti pertemuan bersama guru sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Guru-guru melakukan proses pembelajaran sesuai jadwal karena menggunakan sistem LMS. Ada pembelajaran asinkronus yang mereka kerjakan melalui sistem, kemudian ada juga pertemuan bersama bapak dan ibu guru,” jelasnya.

Laturiuw mengatakan, secara umum proses pembelajaran PJJ hingga kini berjalan dengan baik. Salah satu kendala yang masih menjadi perhatian adalah jaringan internet, mengingat para siswa mengikuti pembelajaran dari rumah masing-masing.

“Kendala yang beberapa kali kami pantau adalah jaringan, karena mereka belajar dari rumah. Tetapi sampai hari ini semuanya berjalan baik,” katanya.

Untuk mendukung proses pembelajaran, SMA Negeri 1 Ambon juga menyiapkan ruang khusus PJJ yang dilengkapi jaringan internet bagi guru. Selain itu, sekolah menyiapkan sekolah mitra di daerah tempat tinggal siswa untuk membantu apabila peserta didik mengalami kendala dalam mengakses perangkat maupun pembelajaran.

Ia menambahkan, kelima peserta PJJ masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan jenjang SMA. Mereka akan mengikuti proses pembelajaran sesuai tahapan kelas hingga nantinya menyelesaikan pendidikan dan mengikuti ujian sekolah.

“Harapan kami mereka bisa mengikuti proses ini sampai selesai. Kalau semua berjalan baik, mereka nantinya bisa menyelesaikan pendidikan sampai mendapatkan ijazah SMA Negeri 1 Ambon,” pungkasnya.

Laturiuw berharap kesempatan melalui program PJJ dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para peserta didik. Mengingat adanya batasan usia dalam program tersebut, ia mendorong kelima siswa untuk konsisten mengikuti pembelajaran hingga menyelesaikan pendidikan.