SMA PGRI 1 Ambon Genjot Kompetensi Guru lewat Workshop Papan Interaktif Digital

oleh -0 views

AMBON, TikMalukuNews.com – SMA PGRI 1 Ambon terus meningkatkan kompetensi guru melalui workshop pemanfaatan papan interaktif digital guna mendukung pembelajaran mendalam.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menyesuaikan pelaksanaan kurikulum yang kini menekankan pendekatan pembelajaran mendalam, sekaligus implementasi mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan di lingkungan sekolah.

Workshop yang berlangsung di SMA PGRI 1 Ambon, Sabtu (9/5), dibuka langsung oleh Kepala SMA PGRI 1 Ambon, Laurens Makatipu. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari workshop sebelumnya yang membahas implementasi pembelajaran mendalam. Pada pelatihan kali ini, fokus diberikan pada penggunaan papan interaktif digital sebagai media pendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan menarik bagi siswa.
.
“Pemanfaatan papan interaktif digital ini sangat penting karena sudah menjadi tuntutan kurikulum saat ini. Guru harus mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran agar lebih menarik dan mudah dipahami siswa,” ujarnya.


Menurut Laurens, penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran juga sejalan dengan penetapan SMA PGRI 1 Ambon sebagai salah satu sekolah model di Provinsi Maluku.

Karena itu, pihak sekolah terus berupaya memperkuat kapasitas guru agar mampu memanfaatkan perangkat digital secara maksimal dalam kegiatan belajar mengajar.

“Seluruh perencanaan hingga pelaksanaan pembelajaran harus mulai terintegrasi dengan papan interaktif digital. Ini akan mempermudah guru dalam mengajar dan menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif,” katanya.

Saat ini, sekolah baru memiliki enam unit papan interaktif digital bantuan pemerintah. Jumlah tersebut memang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan seluruh ruang kelas. Meski demikian, pihak sekolah akan mengatur penggunaan perangkat secara terjadwal agar seluruh guru tetap dapat memanfaatkannya.

“Kami bersyukur karena SMA PGRI 1 Ambon mendapat bantuan papan interaktif digital. Walaupun belum mencukupi seluruh ruang kelas, setidaknya ini menjadi langkah awal untuk mendukung digitalisasi pembelajaran di sekolah,” tambahnya.

Workshop ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mengoperasikan papan interaktif digital secara optimal. Pihak sekolah berharap, setelah pelatihan berlangsung, seluruh guru sudah siap menggunakan perangkat tersebut dalam proses pembelajaran sehari-hari.

“Hari ini menjadi titik awal. Setelah workshop selesai, semua guru harus siap menggunakan papan interaktif digital, meskipun penggunaannya nanti diatur secara bergiliran,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sekolah menghadirkan narasumber Kajuliven Wattimena yang dikenal sebagai asesor nasional sekaligus pejuang digital yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.

Narasumber dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang digitalisasi pendidikan, khususnya penerapan pembelajaran mendalam berbasis teknologi di sekolah.

Adapun materi workshop meliputi pengenalan papan interaktif digital dan fitur utamanya, strategi pembelajaran mendalam yang berpusat pada murid, praktik membuat aktivitas pembelajaran interaktif, hingga kolaborasi dan simulasi penggunaan perangkat di kelas.

Melalui workshop tersebut, sekolah berharap pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif, meningkatkan keterlibatan serta motivasi siswa, mendukung pembelajaran yang mendalam dan bermakna, sekaligus mendorong guru lebih kreatif dan percaya diri dalam mengajar.