Status Kepsek SMAN 3 Malteng Diragukan

oleh -0 views
banner 468x60

Ambon,Tikmalukunews.com-Status kepemimpinan Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Maluku Tengah kini menjadi sorotan. Pasalnya, Jolanda Koda, S.Pd., M.Pd., yang menjabat sebagai Kepala Sekolah sejak September 2024, dikabarkan belum memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUK) sebagaimana yang disyaratkan dalam regulasi Kementerian Pendidikan.

Penunjukan Jolanda Kodan terkesan dipaksakan dan belum memenuhi syarat dan itu diera mantan Kadis Pendidikan , Insun Sangaji atas tekanan salah satu pejabat penting di Pemerintah Provinsi Maluku.

banner 336x280

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait keabsahan statusnya sebagai kepala sekolah definitif, mengingat NUK merupakan salah satu indikator legalitas jabatan kepala sekolah di lingkungan pendidikan formal.

Sebelum resmi menjabat sebagai kepala sekolah, Jolanda Koda diketahui terlebih dahulu menduduki posisi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) di SMAN 3 Malteng. Penetapan dirinya sebagai kepala sekolah definitif tanpa NUK dinilai sebagian pihak sebagai bentuk ketidaksesuaian dengan aturan yang berlaku. Pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Maluku hingga kini belum memberikan penjelasan resmi terkait status administrasi Jolanda, sehingga muncul spekulasi dan keraguan dari sejumlah kalangan pendidik maupun masyarakat.

“Ini sudah bertentangan dengan regulasi, dimana-dimana kalau jadi Kepsek harus punya NUK dulu, tapi yang bersangkutan mungkin lewat jalan tol,”tegas pemerhati pendidikan, J Wattimena,Selasa(4/10)

Menurutnya, ketiadaan NUK pada seorang kepala sekolah bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga berdampak pada legitimasi dan kewenangan dalam menjalankan tugas. Tanpa NUK, keputusan strategis yang diambil oleh kepala sekolah berpotensi dianggap tidak sah secara hukum.

Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk segera memberikan klarifikasi dan memastikan bahwa proses pengangkatan kepala sekolah di SMAN 3 Malteng sesuai dengan ketentuan yang berlaku, demi menjaga kredibilitas lembaga pendidikan dan kepercayaan publik.

“Ini perlu di evaluasi kembali, kalau tidak mutu pendidikan tidak akan maju,”tukasnya (TMN-01)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.