Ambon,TikMalukuNews com-
AMBON — Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Ambon menegaskan komitmennya dalam menentukan arah baru organisasi melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXXVI Tahun Buku 2025 yang digelar pada 2026.
Forum tertinggi koperasi ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sekaligus merumuskan program kerja yang adaptif terhadap dinamika sektor kepelabuhanan.
RAT mengusung tema, “Melalui Rapat Anggota Tahunan Koperasi TKBM Pelabuhan Ambon ke-XXXVI Tahun Buku 2025, Kita Tingkatkan SDM yang Berkompetensi Sesuai dengan Kebutuhan Organisasi TKBM.”
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon, Febiana Siegers, di Hotel Amaris Ambon, Rabu (11/2).
Ratusan anggota TKBM dari Pelabuhan Ambon, Slamet Riyadi, dan Gudang Arang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Febiana mengapresiasi pelaksanaan RAT yang dinilai tepat waktu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, di mana laporan tahunan harus disampaikan paling lambat tujuh hari sebelum rapat dilaksanakan.
Ia menegaskan bahwa koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945. Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai wadah kebersamaan, gotong royong, dan peningkatan kesejahteraan anggota.
“Keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya Sisa Hasil Usaha (SHU), tetapi juga dari sejauh mana koperasi mampu memberikan pelayanan yang adil, transparan, dan berkelanjutan bagi seluruh anggota,” ujarnya.
Febiana juga menekankan peran strategis TKBM dalam mendukung kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat. Pelabuhan Ambon disebut sebagai simpul penting dalam sistem logistik dan perdagangan maritim di Kota Ambon.
Menurutnya, gangguan aktivitas bongkar muat dapat berdampak langsung pada ketersediaan barang dan berpotensi meningkatkan inflasi, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Idulfitri.,
“Kalau distribusi tidak berjalan baik, maka ketersediaan barang akan terganggu dan berpotensi meningkatkan inflasi. Karena itu, peran bapak dan ibu sangat penting bagi stabilitas ekonomi daerah,” katanya.
Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Koperasi dan UKM, lanjutnya, akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar koperasi, termasuk Koperasi TKBM, dapat tumbuh secara sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, disiplin kerja, serta tata kelola koperasi yang transparan dan akuntabel.
Dari sisi kesejahteraan, Koperasi TKBM Pelabuhan Ambon mengalokasikan dana bantuan Tunjangan Hari Raya (THR), dana cadangan, serta beasiswa dengan nilai lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen koperasi dalam meningkatkan taraf hidup anggota.
Selain itu, pendapatan koperasi tercatat mengalami kenaikan signifikan yang berdampak pada peningkatan SHU yang dibagikan kepada anggota.
Sementara itu, Ketua TKBM Pelabuhan Ambon, Hi. Rawidin La Ode, menjelaskan bahwa RAT dilaksanakan untuk mempertanggungjawabkan program kerja Tahun Buku 2025 sekaligus menetapkan arah kebijakan ke depan.
Ia menegaskan, TKBM Ambon berkomitmen meningkatkan profesionalisme melalui program sertifikasi kompetensi bagi seluruh anggota sebagai tuntutan organisasi dan kebutuhan pelayanan yang terus berkembang.
“Harapan kami, tahun 2026 akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Saat ini program sertifikasi sudah berjalan sekitar 50 persen. Ditargetkan pada 2026 hingga 2027 seluruh anggota telah memiliki sertifikasi kompetensi,” tegasnya.
Rawidin menambahkan, dengan peningkatan kompetensi dan tata kelola yang lebih baik, TKBM Ambon diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai lembaga penggerak tenaga kerja bongkar muat yang tanggap terhadap tuntutan pelayanan yang terus berubah, sekaligus mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Kota Ambon.













