AMBON — Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, secara resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Provinsi Maluku masa bakti 2026–2031.
Pengukuhan tersebut berdasarkan Surat Keputusan DPP PKB Nomor 8011/DPP/01/I Tahun 2026 tentang penetapan komposisi dan personalia DPW PKB Maluku, dengan Basri Damis sebagai ketua dan Lukas Batmolin sebagai sekretaris.

Kegiatan berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, Selasa (31/3), ditandai dengan prosesi pengambilan sumpah jabatan para pengurus yang dipimpin langsung oleh Jazilul Fawaid.
Usai pengukuhan, agenda dilanjutkan dengan orientasi politik serta Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Maluku periode 2026–2031 sebagai bagian dari penguatan konsolidasi internal partai.
Dalam arahannya, Jazilul Fawaid menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan baru DPW PKB Maluku.
Ia menegaskan bahwa seluruh pengurus memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan amanah dengan penuh komitmen dan integritas.

“Pengukuhan ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan amanat sejarah untuk menjaga rumah perjuangan, memperkuat ideologi partai, serta membangun struktur organisasi yang solid, profesional, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi partai dalam rangka mencapai target kemenangan pada Pemilu 2029 di Provinsi Maluku, sebagaimana arahan Ketua Umum PKB.
Menurutnya, PKB harus tampil sebagai partai yang terbuka, moderat, dan inklusif, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.
“PKB tidak memandang perbedaan. Semua bisa bergabung dan berjuang bersama untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.
Jazilul juga menyoroti kondisi geografis Maluku sebagai daerah kepulauan dengan potensi besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam sektor transportasi dan pemerataan pembangunan.
Ia menambahkan, PKB di tingkat pusat tengah mendorong sejumlah agenda strategis di parlemen, di antaranya regulasi terkait masyarakat adat dan wilayah pesisir, perlindungan pekerja rumah tangga, serta peningkatan kesejahteraan guru dan pekerja.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. Ia mendorong pengurus PKB Maluku untuk aktif melihat kondisi riil masyarakat, termasuk angka putus sekolah dan tingkat pendidikan di daerah.
“Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas SDM. Ini harus menjadi prioritas bersama,” katanya.
Jazilul juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan partai tidak hanya dilihat dari jumlah kursi legislatif, tetapi dari sejauh mana keberadaan partai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Meski kursi PKB di Maluku belum banyak, tetapi jangan kalah dalam memberikan manfaat. Tunjukkan bahwa PKB hadir untuk rakyat,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh kader untuk turun langsung ke lapangan, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta menghadirkan program-program yang berdampak nyata.
Menutup arahannya, Jazilul berharap kepengurusan yang dipimpin Basri Damis dapat segera bekerja dan membuktikan bahwa PKB mampu menjadi kekuatan politik yang membawa perubahan di Maluku.
“Turunlah ke masyarakat, buktikan kerja nyata, dan yakinkan bahwa PKB bisa menang di Maluku,” pungkasnya.(TMN-01)














