MALTENG,TikMalukuNews.com Sebanyak 267 siswa baru MTs Negeri 1 Maluku Tengah (Malteng) mengikuti Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang mengacu pada Petunjuk Teknis Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI itu menjadi langkah awal madrasah dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta memperkenalkan budaya belajar kepada peserta didik baru.
Kepala MTs Negeri 1 Malteng, La Amin mengatakan, tahun ini jumlah peserta didik baru mencapai 267 orang. Awalnya siswa dibagi ke dalam sembilan rombongan belajar (rombel), namun nantinya akan dipadatkan menjadi delapan rombel dengan jumlah sekitar 33 hingga 34 siswa di setiap kelas.
Selama pelaksanaan MATAMUDA, para siswa memperoleh berbagai materi yang dirancang untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan madrasah. Materi yang diberikan meliputi pengenalan profil madrasah, tata tertib dan budaya madrasah, pola hidup sehat, moderasi beragama, pencegahan paham radikalisme, serta pendidikan karakter.
Untuk memperkaya materi, madrasah menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Densus 88 memberikan edukasi mengenai bahaya paham radikalisme, tenaga kesehatan dari Puskesmas menyampaikan materi tentang kesehatan dan pola hidup sehat, sementara guru-guru madrasah membawakan materi tentang budaya belajar dan pembinaan karakter.
Kepala madrasah berharap MATAMUDA menjadi momentum bagi seluruh siswa baru untuk mengenal lingkungan MTs Negeri 1 Maluku Tengah sehingga mampu beradaptasi dengan cepat dan merasa nyaman mengikuti proses pembelajaran.
“Melalui MATAMUDA ini kami ingin siswa mengenal lebih dekat lingkungan madrasah, budaya belajar, serta nilai-nilai yang diterapkan di MTs Negeri 1 Maluku Tengah. Ketika mereka sudah mengenal madrasah dengan baik, mereka akan lebih nyaman dan bersemangat mengikuti pembelajaran,” ujarnya.
Selain itu, siswa juga dibekali materi pencegahan perundungan (bullying) sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
“Kami ingin memastikan tidak ada tindakan bullying di lingkungan madrasah. Karena itu, sejak awal siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya saling menghargai, menghormati, dan menjaga kebersamaan,” katanya.
Menurutnya, pembentukan karakter menjadi fokus utama selama kegiatan berlangsung. Para siswa dibiasakan menerapkan budaya 5S, yakni senyum, sapa, salam, sopan, dan santun. Pembiasaan keagamaan juga diterapkan melalui pembacaan salawat, salat Dhuha berjamaah, serta pelaksanaan salat Zuhur bersama.
“Kegiatan dimulai pukul 07.00 hingga selesai salat Zuhur sekitar pukul 13.00. Pembiasaan ini diharapkan mampu menanamkan kedisiplinan, membangun karakter religius, serta membiasakan siswa menghargai waktu sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari MTs Negeri 1 Maluku Tengah,” tutupnya.(TMN-01)
