MALTENG, TikMalukuNews.com – Di saat banyak orang tua harus menyiapkan dana tambahan untuk membeli seragam sekolah pada awal tahun ajaran, SMA Negeri 22 Maluku Tengah justru mengambil langkah berbeda.
Sekolah ini menggratiskan kostum olahraga dan seragam batik bagi seluruh siswa baru tahun ajaran 2026/2027, sehingga orang tua tidak lagi mengeluarkan biaya sekitar Rp300 ribu seperti tahun sebelumnya
Kebijakan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pendidikan setiap memasuki tahun ajaran baru. Program itu didanai melalui dana komite sekolah yang dikelola berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara orang tua dan pihak sekolah, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi keluarga siswa.
Kepala SMA Negeri 22 Maluku Tengah, Raudhia Abdurrahman, S.P., mengatakan sekolah sengaja mengambil kebijakan tersebut agar tidak ada siswa yang terbebani biaya tambahan hanya untuk memenuhi kebutuhan seragam olahraga dan batik.
“Kami ingin seluruh siswa baru dapat memulai pendidikan dengan tenang tanpa harus memikirkan biaya kostum olahraga dan batik. Karena itu, melalui dukungan dana komite yang telah disepakati bersama, kedua seragam tersebut kami berikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian kepada peserta didik dan orang tua,” ujar Raudhia.
Ia menegaskan, untuk seragam putih abu-abu sekolah tidak melakukan penjualan maupun pengadaan. Orang tua dipersilakan membeli sendiri di toko mana pun sesuai kemampuan, dengan tetap mengikuti model, warna, dan atribut resmi yang telah ditetapkan sekolah.
Kebijakan itu sekaligus memberi keleluasaan kepada orang tua agar tidak terbebani pembelian seragam dari satu penyedia tertentu.
Raudhia berharap langkah yang diambil SMAN 22 Maluku Tengah dapat menjadi inspirasi bahwa keberpihakan kepada peserta didik dapat diwujudkan melalui kebijakan yang meringankan beban masyarakat.
“Sekolah harus hadir bukan hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan solusi bagi orang tua. Semoga kebijakan ini bisa membantu keluarga siswa dan membuat anak-anak lebih fokus belajar sejak hari pertama masuk sekolah,” tutupnya.
- Kalimat pembuka dengan frasa “Saat sekolah lain tarik biaya seragam…” bersifat kontras sebagai gaya penulisan. Agar tetap akurat, sebaiknya judul digunakan jika memang ada fakta bahwa sekolah lain masih mengenakan biaya seragam. Jika tidak ada pembanding yang telah diverifikasi, judul yang lebih aman adalah “SMAN 22 Malteng Gratiskan Kostum Olahraga dan Batik, Orang Tua Hemat Rp300 Ribu”.(TMN-01)
