291 Peserta Ikuti Olimpiade Madrasah Indonesia 2026 di Kota Ambon

oleh -1 views
0-0x0-0-0#

AMBON, TikMalukuNews.com — Sebanyak 291 peserta mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kota Ambon. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ambon, Senin (7/9/2026), oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Ambon, Fachrurrazy Hassannusi, S.Fil.I., M.Si.

 

Peserta OMI 2026 berasal dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), termasuk sejumlah sekolah umum yang turut berpartisipasi.

Pada jenjang MA, tercatat 124 peserta yang berasal dari tujuh madrasah dan satu SMA Assalam. Sementara jenjang MTs diikuti 93 peserta dari 11 lembaga serta dua sekolah, yakni SMP Cendekia dan SMP Islam Terpadu Assalam Ambon.

Adapun jenjang MI diikuti 74 peserta dari 14 madrasah dan satu SD Cendekia. Dengan demikian, total peserta OMI 2026 tingkat Kota Ambon mencapai 291 siswa.

Para peserta akan berkompetisi dalam berbagai mata pelajaran sesuai jenjang pendidikan. Untuk tingkat MA, mata pelajaran yang dilombakan meliputi Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Geografi Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, dan Fisika Terintegrasi.

Pada tingkat MTs, peserta mengikuti kompetisi Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, dan IPS Terintegrasi. Sedangkan tingkat MI mempertandingkan Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi.

Dalam sambutannya, Fachrurrazy Hassannusi menegaskan bahwa madrasah saat ini tidak hanya dituntut melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter kuat, serta kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.

Menurutnya, kemampuan tersebut penting agar peserta didik madrasah mampu berkompetisi, tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga hingga tingkat internasional.

“Melalui OMI Tahun 2026, saya berharap para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, sportivitas, disiplin, kerja keras, dan persaudaraan,” ujar Fachrurrazy.

Ia mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia.

“Jangan jadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Jadikanlah olimpiade ini sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri, menambah pengalaman, membangun persahabatan, dan menunjukkan bahwa peserta didik madrasah mampu berprestasi serta bersaing secara sehat,” pesannya.

0-0x0-0-0#

Fachrurrazy juga menekankan bahwa OMI bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan bagian dari upaya mengembangkan potensi, bakat, kecerdasan, kreativitas, sportivitas, dan karakter peserta didik madrasah.

“Menang tentu membanggakan, tetapi berani berkompetisi, berusaha maksimal, dan menjunjung sportivitas adalah sebuah prestasi yang juga patut diapresiasi,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, kepala madrasah, guru, pembina, pendamping, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya OMI 2026 di Kota Ambon.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib, objektif, transparan, sportif, dan penuh semangat kebersamaan.

“Khusus kepada para guru dan pendamping, teruslah memberikan motivasi kepada peserta didik. Karena di balik setiap prestasi seorang peserta didik, terdapat kerja keras, ketekunan, dan pendampingan dari para guru yang luar biasa,” tuturnya.

Fachrurrazy berharap OMI 2026 menjadi momentum untuk membangun madrasah yang hebat dan berprestasi, sekaligus melahirkan generasi unggul bagi Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, OMI Tahun 2026 tingkat Kota Ambon secara resmi dinyatakan dibuka. Para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan kompetisi dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi sportivitas dan akhlak mulia.

“Selamat bertanding, tunjukkan prestasi terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan tetaplah menjadi generasi madrasah yang berakhlak mulia. Madrasah hebat, bermartabat,” pungkasnya.