AMBON, TikMalukuNews.com – Sebanyak 553 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ambon mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 yang mulai dilaksanakan pada Senin (26/10/2026). Dalam pelaksanaan tahun ini, pihak sekolah menargetkan sedikitnya 75 persen peserta mampu meraih hasil pada kategori istimewa.
Kepala SMA Negeri 1 Ambon, Dra. Elonamayo Laturiuw, M.Si., mengatakan pelaksanaan TKA tahun ini berlangsung bersamaan dengan Asesmen Nasional (AN). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kedua asesmen tersebut kini diintegrasikan dalam satu rangkaian pelaksanaan.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya Asesmen Nasional sendiri dan TKA sendiri, tetapi tahun ini sudah langsung TKA bersama Asesmen Nasional,” ungkap Laturiuw.
Ia menjelaskan, pelaksanaan TKA di SMA Negeri 1 Ambon dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 2–5 November 2026.
Setiap hari pelaksanaan dibagi menjadi tiga sesi, dengan durasi ujian selama 120 menit untuk setiap sesi. Pembagian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah peserta serta ketersediaan perangkat Chromebook yang dimiliki sekolah, yakni sebanyak 100 unit.

“Peserta kami sebanyak 553 siswa yang dibagi dalam dua gelombang. Perangkat yang tersedia hanya 100 unit Chromebook, sehingga pelaksanaan harus diatur dalam beberapa sesi,” jelasnya.
Menurut Laturiuw, pelaksanaan TKA juga melibatkan pengawas silang dari sekolah lain. Guru SMA Negeri 1 Ambon turut bertugas mengawasi pelaksanaan ujian di sekolah berbeda, sebagai bagian dari mekanisme pengawasan yang diterapkan.
Sementara itu, pembiayaan pelaksanaan TKA di sekolah tersebut menggunakan bantuan dana operasional dari pemerintah pusat. Pembukaan kegiatan TKA di SMA Negeri 1 Ambon juga dilakukan oleh Gubernur Maluku yang diwakili Asisten I, didampingi Kepala Dinas Pendidikan serta Kepala Bidang SMA.

Laturiuw menambahkan, integrasi TKA dan Asesmen Nasional memungkinkan peserta mengerjakan soal yang mengukur kemampuan akademik sekaligus aspek penilaian mutu pendidikan. Aspek tersebut mencakup literasi, numerasi, iklim keamanan, kebinekaan, serta kualitas pembelajaran melalui survei lingkungan belajar.
Ia menegaskan, TKA dan Asesmen Nasional memiliki fungsi yang berbeda. TKA menjadi alat ukur kemampuan akademik masing-masing siswa, sedangkan hasil Asesmen Nasional digunakan untuk mengevaluasi kualitas pendidikan di tingkat satuan pendidikan melalui Rapor Pendidikan.
“Kalau TKA itu untuk anak-anak punya nilai pribadi masing-masing siswa, sedangkan Asesmen Nasional untuk lembaga, sampai sejauh mana SMA Negeri 1 punya nilai yang berubah,” ujarnya.

Dalam mempersiapkan peserta, sekolah telah melaksanakan uji coba atau try out dengan menggandeng Ganesha Operation (GO). Hasil uji coba tersebut menjadi bahan evaluasi bagi guru untuk memperkuat persiapan siswa melalui pembelajaran di kelas dan penggunaan buku-buku yang disiapkan sekolah.
Menurutnya, persiapan tahun ini lebih terarah dibandingkan pelaksanaan sebelumnya, karena sekolah memiliki waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan peserta.
“Kami berharap dari 553 anak ini, paling tidak 75 persen harus berada pada kategori istimewa. Mudah-mudahan anak-anak bisa menjawab tantangan itu,” harapnya.
Laturiuw juga berharap hasil TKA 2026 dapat menjadi modal bagi siswa dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain itu, pihak sekolah menargetkan capaian Rapor Pendidikan SMA Negeri 1 Ambon tetap terjaga, terutama pada indikator literasi dan numerasi.
Ia menyebutkan, pada Rapor Pendidikan tahun 2025, capaian literasi dan numerasi SMA Negeri 1 Ambon berada pada angka 93,33 persen dengan indikator berwarna hijau. Pihak sekolah berharap capaian tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada tahun ini.
“Harapan kami, hasilnya bisa bagus seperti tahun sebelumnya dan tidak ada indikator yang turun,” tutupnya.(TMN-01)












