MALTENG,TikMalukuNews.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 3 Maluku Tengah tahun ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan belajar bagi peserta didik baru. Sebanyak 130 siswa dibekali pendidikan antikorupsi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika sebagai langkah awal membentuk generasi berkarakter, berintegritas, dan bebas dari pengaruh negatif.
Kepala SMA Negeri 3 Maluku Tengah, Jolanda Koda, mengatakan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 berlangsung selama lima hari, sejak 13 hingga 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti 130 peserta didik baru yang terdiri dari 69 siswa laki-laki dan 61 siswa perempuan.
Menurutnya, sekolah sengaja menghadirkan materi yang tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga penguatan karakter agar siswa memiliki bekal menghadapi tantangan di era digital.
“Sejak hari pertama kami ingin peserta didik memahami bahwa menjadi pelajar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, disiplin, dan tanggung jawab. Itulah nilai yang ingin kami tanamkan melalui MPLS,” kata Jolanda.
Ia menjelaskan, seluruh pelaksanaan MPLS mengacu pada ketentuan pemerintah di bidang pendidikan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter peserta didik serta terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.
Selama lima hari, siswa memperoleh berbagai materi, di antaranya Wiyata Mandala, pengenalan budaya sekolah, penguatan karakter Anak Indonesia Hebat, keamanan digital, pengembangan potensi diri, kesehatan sosial emosional, hingga edukasi mengenai dampak kecanduan permainan daring.
Materi antikorupsi menjadi salah satu agenda utama dalam MPLS tahun ini. Nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab diperkenalkan sebagai bagian dari pembentukan budaya integritas yang harus diterapkan sejak di bangku sekolah.
“Budaya antikorupsi dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti disiplin memanfaatkan waktu, menaati aturan sekolah, jujur dalam setiap tindakan, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Dari kebiasaan kecil itulah karakter yang kuat akan terbentuk,” ujarnya.
Tak hanya itu, siswa juga mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika yang disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku. Melalui materi tersebut, sekolah berharap peserta didik memiliki pemahaman yang kuat tentang dampak buruk narkoba sehingga mampu melindungi diri dari berbagai bentuk penyalahgunaan.
Untuk memperkuat kualitas pembelajaran, sekolah menggandeng sejumlah lembaga sebagai narasumber, yakni Inspektorat Provinsi Maluku, BNN Provinsi Maluku, BPBD Provinsi Maluku, BKKBN Kabupaten Maluku Tengah, akademisi Universitas Pattimura, serta didukung sembilan guru SMA Negeri 3 Maluku Tengah.
Jolanda berharap seluruh rangkaian MPLS menjadi pondasi awal dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, menjunjung tinggi integritas, menjauhi narkoba, serta peduli terhadap lingkungan.
“Kami ingin setiap peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, memiliki integritas tinggi, dan siap menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya.(TMN-01)













