AMBON,TikMalukuNews.com – SD Muhammadiyah Ambon memastikan seluruh tenaga pendidiknya siap memasuki era pembelajaran digital pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Sekolah menegaskan transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan fasilitas teknologi, tetapi harus dibarengi peningkatan kompetensi guru agar mampu menciptakan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.
Kepala SD Muhammadiyah Ambon, Deden Ladiu Siolimbona, mengatakan berbagai bantuan pemerintah berupa Smart TV dan smartphone menjadi peluang besar untuk mempercepat digitalisasi pendidikan di sekolah.
Menurutnya, perangkat tersebut harus dimanfaatkan secara optimal sebagai media pembelajaran yang efektif.
“Guru tidak boleh lagi bertahan dengan pola mengajar lama. Kehadiran Smart TV maupun smartphone harus menjadi pemicu lahirnya inovasi pembelajaran di kelas. Kami ingin guru mampu memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” tegas Deden.
Ia menjelaskan, rapat kerja sekolah yang digelar pada 9–11 Juli menjadi momentum mengevaluasi seluruh program pendidikan sekaligus menyusun strategi menghadapi tahun ajaran baru. Salah satu fokus utama adalah memperkuat kemampuan guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Deden, pembelajaran di era digital menuntut guru mampu mengenali karakter dan potensi setiap siswa. Karena itu, bahan ajar harus dirancang lebih fleksibel agar mampu mengakomodasi gaya belajar visual, audio, maupun praktik sehingga setiap peserta didik dapat berkembang secara maksimal.
“Kami ingin guru menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu membaca potensi setiap anak. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, tetapi memberikan ruang kepada siswa untuk berkembang melalui pendekatan yang sesuai dengan karakter belajarnya,” ujarnya.
Untuk mendukung transformasi tersebut, SD Muhammadiyah Ambon telah melengkapi sejumlah ruang kelas dengan infokus dan perangkat berbasis Android. Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga terus dilakukan. Mayoritas guru di sekolah tersebut telah berkualifikasi S1 dan S2, sementara guru yang masih berijazah diploma sedang mengikuti program penyetaraan pendidikan.
Selain itu, sekolah secara rutin menggelar pelatihan peningkatan kompetensi guru setiap semester, baik melalui program Majelis Pendidikan Muhammadiyah maupun pelatihan internal sekolah.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh guru mampu mengikuti perkembangan teknologi dan metode pembelajaran modern.
“Target kami jelas, memasuki tahun ajaran 2026/2027 seluruh guru sudah siap mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital. Teknologi bukan lagi sekadar pelengkap di ruang kelas, tetapi menjadi bagian dari budaya belajar yang akan meningkatkan mutu pendidikan dan melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Deden.(TMN-01)













