MTsN Ambon dan MAN Ambon Dominasi Juara Umum Kemah Pramuka Madrasah dan Ponpes 2026

oleh -7 views
banner 468x60

MALTENG, TikMalukuNews.com – MTsN Ambon dan MAN Ambon mendominasi ajang Perkemahan Pramuka Madrasah dan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahun 2026 yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku bekerja sama dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Maluku.

MTsN Ambon berhasil meraih Juara Umum jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) golongan Penggalang, sedangkan MAN Ambon dinobatkan sebagai Juara Umum jenjang Madrasah Aliyah (MA) golongan Penegak.

banner 336x280

Prestasi tersebut diraih berkat penampilan yang konsisten dalam berbagai perlombaan dan kegiatan kepramukaan selama perkemahan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Madrasah Terpadu Tulehu dan berakhir pada Jumat (3/7).

Perkemahan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter peserta didik agar memiliki keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, disiplin, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan. Kegiatan tersebut juga mempererat persaudaraan dan kerja sama antarsiswa madrasah dan pondok pesantren se-Provinsi Maluku.

Trofi Juara Umum diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, H. Dr. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., pada acara penutupan yang ditandai dengan penyalaan api unggun sebagai simbol semangat persaudaraan, pengabdian, dan kebersamaan dalam Gerakan Pramuka.

Dalam amanatnya, Yamin mengatakan perkemahan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta, pembina, dan panitia selama lima hari pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan kepramukaan, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, kerja sama, toleransi, serta semangat persaudaraan yang akan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina, guru, dan seluruh pihak yang telah mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung

Menurutnya, dedikasi para pembina menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda madrasah dan pondok pesantren yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Yamin menjelaskan bahwa api unggun bukan sekadar rangkaian seremonial penutupan, melainkan simbol cahaya, kehangatan, dan pengabdian. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi pribadi yang mampu memberi manfaat bagi sesama, menghadirkan harapan di tengah berbagai tantangan, serta menjauhi sikap yang dapat merugikan orang lain.

“Jadilah seperti api yang memberikan cahaya di tengah kegelapan dan kehangatan saat kedinginan. Bawalah pulang semangat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat belajar yang telah dibangun selama perkemahan ini agar terus tumbuh di madrasah, pondok pesantren, maupun di tengah masyarakat,” pesannya.(TMN-01)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.