AMBON,TikMalukuNews.com– SMK Negeri 2 Ambon terus memperkuat upaya pencegahan paham radikalisme di kalangan siswa melalui edukasi, sosialisasi, serta penguatan moderasi beragama dan toleransi antarumat beragama.
Kepala SMK Negeri 2 Ambon, Salem Nurdin, S.Pd., M.Pd., mengatakan, hingga saat ini pihak sekolah belum menemukan indikasi keterlibatan siswa dalam paham radikalisme. Meski demikian, langkah pencegahan tetap menjadi perhatian agar lingkungan pendidikan terhindar dari pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dan toleransi.
Menurut Salem, sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan membina siswa agar tidak mudah terpapar paham radikalisme, baik melalui pergaulan maupun informasi yang mereka terima di luar lingkungan sekolah.
“Pada prinsipnya, kita semua sepakat bahwa paham radikalisme harus dicegah, baik di satuan pendidikan maupun di tengah masyarakat. Karena itu, anak-anak harus kita jaga dan bekali dengan pemahaman yang baik agar tidak mudah terpengaruh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SMKN 2 Ambon sejauh ini belum menjalin kerja sama secara khusus dengan Densus 88 maupun Badan Intelijen Negara (BIN) dalam upaya pencegahan radikalisme. Namun, sekolah telah melakukan langkah-langkah pembinaan melalui sosialisasi internal dengan melibatkan guru agama.
Selain itu, SMKN 2 Ambon juga pernah melaksanakan kegiatan bersama Kementerian Agama Provinsi Maluku yang berfokus pada penguatan moderasi beragama dan toleransi antarumat beragama. Kegiatan tersebut tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan di lingkungan sekolah.
Salem menegaskan, edukasi mengenai bahaya radikalisme perlu dilakukan secara berkelanjutan agar siswa memiliki pemahaman yang tepat tentang pentingnya menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, dan membangun kehidupan bersama yang harmonis.
Terkait pengawasan terhadap siswa, ia mengatakan sekolah belum melakukan survei khusus mengenai radikalisme. Namun, apabila ditemukan indikasi yang perlu ditindaklanjuti, pihak sekolah akan mengambil langkah sesuai prosedur dengan tetap memperhatikan tanggung jawab dan privasi siswa.
“Selama pemantauan kami, belum ada indikasi terkait paham radikalisme di kalangan siswa SMKN 2 Ambon. Mudah-mudahan kondisi ini tetap terjaga. Walaupun belum ditemukan, upaya sosialisasi dan pencegahan akan terus kami lakukan,” tandasnya.(TMN-01)














