Buka Rakor dan Raker PAI Malteng, Kakanwil Tekankan Moderasi Berbasis Cinta

oleh -4 views

HILA — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dan Rapat Kerja (Raker) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (8/11). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya kegiatan.

Kegiatan ini diikuti oleh para pengawas, guru, dan pengurus MGMP PAI se-Kabupaten Maluku Tengah. Forum ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi, membangun kolaborasi, serta merumuskan langkah konkret dalam peningkatan mutu pembelajaran PAI di daerah.

Dalam sambutannya, Kakanwil Yamin menegaskan pentingnya peran guru PAI sebagai teladan dalam membumikan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan pendidikan.

“Guru PAI bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan bagi peserta didik dalam mengamalkan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan dan menghargai perbedaan. Karena itu, profesionalisme guru harus terus ditingkatkan agar sejalan dengan tuntutan zaman,” ujarnya.

Yamin menambahkan bahwa moderasi beragama merupakan ruh pendidikan agama, yang harus hadir di setiap proses pembelajaran.

“Kita ingin PAI menjadi mata pelajaran yang tidak hanya mencerdaskan intelektual, tetapi juga menumbuhkan karakter yang toleran dan cinta damai,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kakanwil mengajak para guru untuk mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta — sebuah pendekatan pembelajaran yang menanamkan kasih sayang, keikhlasan, dan penghargaan terhadap sesama.

“Kurikulum berbasis cinta berarti mendidik dengan hati. Tidak ada lagi kekerasan atau diskriminasi di ruang kelas. Guru dan siswa harus saling menghormati dan menumbuhkan suasana belajar yang menyenangkan,” tegasnya.

Yamin juga mengingatkan pentingnya integritas dan rasa syukur sebagai aparatur negara. Ia menekankan agar para guru memahami hak dan kewajiban mereka, termasuk bagi yang baru diangkat sebagai P3K, agar tidak mudah terpengaruh isu yang tidak jelas sumbernya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya penguasaan kompetensi pedagogik, manajerial, sosial, dan teknis bagi guru PAI sebagai bagian dari profesionalisme pendidik.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Maluku Tengah, Abdul Gani Wael, menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag Maluku atas dukungannya dalam peningkatan kapasitas guru PAI. Ia menjelaskan bahwa Rakor dan Raker kali ini merupakan pelaksanaan yang ketiga di tingkat kabupaten.

“Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar-guru PAI serta mencari formulasi terbaik dalam menerapkan kurikulum berbasis cinta di Maluku Tengah,” ujarnya.

Wael juga melaporkan perkembangan pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Leihitu yang telah mencapai 80 persen, dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pembangunan tersebut, katanya, merupakan wujud komitmen Kakanwil Kemenag Maluku dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Olehnya itu dirinya berharap,
Rakor dan Raker PAI bisa menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi, serta semangat profesionalisme di kalangan pendidik PAI, sekaligus memperkokoh nilai-nilai moderasi beragama di Bumi Pamahanunusa.
(TMN-01)