AMBON, TikMalukuNews.com– Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Asis Sangkala, membuka sampul Ujian Akhir Sekolah (UAS) di SMA Negeri 3 Ambon, sekaligus berjanji akan membantu renovasi enam ruang belajar di sekolah tersebut.
Secara emosional, Sangkala memiliki kedekatan dengan sekolah itu karena merupakan alumni SMA Negeri 3 Ambon angkatan 1994 dan komitmen untuk mendukung peningkatan sarana prasarana pendidikan, khususnya ruang belajar yang dinilai perlu diperbaiki.

Pelaksanaan UAS di SMA Negeri 3 Ambon hingga hari kedua berjalan lancar, aman, transparan, dan akuntabel. Ujian diikuti oleh 311 siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026 dengan sistem berbasis pensil dan kertas (PK).
Kepala SMA Negeri 3 Ambon, Yosina Hetharion, kepada awak media, Selasa (14/4), menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian sejak hari pertama berlangsung normal tanpa kendala berarti.
“Pelaksanaan ujian akhir sekolah hari pertama dan kedua berjalan dengan baik, aman, lancar, dan tertib,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 311 siswa mengikuti ujian dengan menggunakan 16 ruang kelas serta diawasi oleh 16 pengawas yang berasal dari lima sekolah berbeda.
Yosina menambahkan, bantuan renovasi enam ruang belajar dari Sangkala direncanakan akan direalisasikan setelah seluruh rangkaian kegiatan belajar mengajar, termasuk ujian kelas X dan XI, selesai.
“Nantinya setelah seluruh proses pembelajaran dan ujian selesai, akan dilakukan renovasi terhadap enam ruang belajar sebagaimana yang telah disampaikan oleh beliau,” jelasnya.

Sementara dalam sambutan pembukaan sampul ujian, Sangkala juga memberikan motivasi kepada para siswa agar menghadapi ujian dengan tenang, percaya diri, dan menjunjung tinggi kejujuran.
“Hadapi soal dengan tenang, percaya diri, dan kerjakan dengan jujur. Yakinlah kalian mampu,” pesannya.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama masa ujian, seperti cukup istirahat, sarapan sebelum berangkat, dan datang lebih awal ke sekolah.
Sementara itu, Yosina menegaskan bahwa ujian sekolah tidak hanya menjadi evaluasi akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa.
“Ujian akhir sekolah menjadi tolok ukur pencapaian kompetensi, sekaligus membentuk nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” katanya.
Pengawasan ujian melibatkan guru dari lima sekolah, yakni SMA Laboratorium Unpatti, SMA Al-Fatah, SMA Negeri 7 Ambon, SMA Angkasa Pattimura, dan SMA YPKM Halmahera.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin, turut memberikan arahan secara daring.
Ia menyebutkan total peserta ujian sekolah di Maluku tahun ini mencapai 29.804 siswa, terdiri dari 23.284 siswa SMA, 6.455 siswa SMK, dan 65 siswa SLB.
Menurutnya, ujian sekolah menjadi bagian penting dalam mengukur mutu pendidikan sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan hingga ke wilayah pelosok.
“Nilai tinggi memang penting, tetapi kejujuran adalah yang utama. Pemimpin masa depan adalah mereka yang memiliki integritas,” tegasnya.
Sangkala berharap seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan lancar dan meraih hasil terbaik sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta menjadi generasi unggul bagi kemajuan Maluku.













