Bupati Malra Ingatkan Masyarakat: Aduan Penyimpangan Harus Berdasar Bukti, Bukan Opini

oleh -7 views

Malra,TikMalukuNews.com Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun (MTH), mengingatkan masyarakat agar setiap aduan atau laporan dugaan penyimpangan, khususnya terkait pengelolaan dana desa dan dana hui, disampaikan secara resmi dan didukung data serta bukti yang jelas, bukan sekadar opini atau cerita tanpa dasar.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati usai menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kejaksaan Tinggi Maluku dan Pemerintah Provinsi Maluku serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pemerintah kabupaten/kota se-Maluku terkait penerapan pidana kerja sosial, Kamis (11/12/2025), di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku.

Menurutnya, di era digital saat ini, penegakan hukum membutuhkan laporan tertulis yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau ada dugaan penyimpangan, laporannya harus resmi, tertulis, dan lengkap dengan data. Jangan hanya cerita dari mulut ke mulut,” tegasnya.

Ia mencontohkan adanya warga yang mengaku dana desa telah dicairkan namun tidak berani membuat laporan resmi.

“Kalau tidak ada data, bagaimana bisa kami tindak lanjuti? Ini yang sering menjadi kendala,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak membangun opini liar, terutama melalui media sosial. Ia mengaku kerap menerima berbagai kritik dan tudingan yang tidak disertai bukti. “Saya diam bukan karena tidak mau klarifikasi, tetapi karena tuduhan tersebut tidak jelas dan tidak berdasar,” katanya.

 

Bupati juga mengingatkan insan pers untuk tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam pemberitaan. “Menulis berita harus berdasarkan fakta dan konfirmasi. Jangan hanya karena ada komentar di Facebook lalu langsung dijadikan berita,” pintanya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara telah menyiapkan sarana transportasi untuk menghadapi arus kedatangan perantau menjelang Natal dan Tahun Baru, khususnya dari Papua, ke sejumlah wilayah seperti Kei Besar, Uruwarbal, dan Danimar Kei.

“Saat musim kedatangan, Kei Besar biasanya penuh. Karena itu, transportasi sudah kami siapkan agar mobilitas masyarakat berjalan lancar,” jelasnya.

Ia juga berharap para perantau dapat membawa hal-hal positif saat kembali ke daerah. “Yang baik dibawa pulang, yang kurang baik ditinggalkan,” ucapnya.

Terkait kebutuhan pokok, MTH memastikan stok sembako di Maluku Tenggara dalam kondisi aman. “Persediaan sembako aman menjelang Natal dan Tahun Baru. Masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.(TM-01)