Ambon,TikMalukuNews.com– Perekonomian Provinsi Maluku mencatat kinerja positif pada Triwulan II 2026. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Agustus 2026, ekonomi Maluku tumbuh sebesar 5,20 persen secara tahunan (year on year), sekaligus menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-17 pertumbuhan ekonomi nasional.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif di tengah tekanan fiskal yang masih dihadapi pemerintah daerah. Selain itu, tingkat inflasi Maluku juga tetap terkendali pada angka 2,75 persen, sebagaimana dirilis BPS pada 1 Agustus 2026.
Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Atas nama Gubernur Maluku, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim ekonomi dan semua pihak yang telah bekerja keras sehingga perekonomian Maluku terus menunjukkan perkembangan yang positif,” ujar Kasrul.
Ia menjelaskan bahwa selain pertumbuhan ekonomi, BPS juga merilis data ketenagakerjaan, profil kemiskinan, serta tingkat ketimpangan pengeluaran yang menjadi indikator penting dalam menilai kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Dari sisi kinerja ekonomi, Maluku mencatat pertumbuhan sekitar 1,11 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter to quarter). Sementara itu, secara tahunan pertumbuhan mencapai 5,20 persen, yang menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Di tengah tantangan fiskal yang cukup berat, Maluku masih mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang positif. Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Kasrul menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), instansi vertikal, Bea Cukai, pelaku ekspor, dunia usaha, hingga masyarakat yang terus menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Menurutnya, sejumlah faktor turut mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku, di antaranya meningkatnya aktivitas ekonomi selama pelaksanaan MTQ Provinsi, tingginya kinerja ekspor, kebijakan diskon tiket kapal Pelni, serta berbagai kebijakan pemerintah yang berpengaruh terhadap pergerakan konsumsi dan distribusi.
Pemerintah Provinsi Maluku berharap tren pertumbuhan ekonomi ini dapat terus dipertahankan melalui penguatan investasi, peningkatan produktivitas sektor unggulan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna mendorong kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Maluku.













