MALRA, TikMalukuNews.com – Dinas Pertanian Kabupaten Maluku Tenggara terus memperkuat sistem penyaluran bantuan pertanian dengan mengedepankan mekanisme berbasis kelompok tani.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap bantuan pemerintah diterima oleh penerima yang benar-benar memenuhi syarat serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Maluku Tenggara, Joseph A. Dumatubun, menjelaskan bahwa seluruh bantuan, mulai dari bibit unggul, pupuk organik hingga program penyuluhan, disalurkan melalui kelompok tani yang telah terdaftar secara resmi dalam database Dinas Pertanian.
Penyaluran tidak diberikan kepada perorangan agar proses distribusi lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Joseph saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif Maluku Tenggara Menyapa yang disiarkan RRI Tual, Senin (20/7).
Menurutnya, sistem berbasis kelompok memudahkan pemerintah melakukan pendataan, pengawasan, sekaligus evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan yang diberikan.
Ia menambahkan, Dinas Pertanian juga membuka ruang bagi generasi muda yang ingin menekuni sektor pertanian.
Kaum milenial yang memiliki minat dapat membentuk kelompok tani baru dengan pendampingan penyuluh pertanian. Setelah memenuhi persyaratan administrasi dan tercatat dalam database resmi, kelompok tersebut berhak mengikuti program pembinaan dan berpeluang memperoleh bantuan pemerintah.
Joseph menegaskan, penetapan penerima bantuan tidak hanya didasarkan pada status kelompok yang telah terdaftar, tetapi juga mempertimbangkan tingkat keaktifan kelompok serta potensi usaha tani yang dikembangkan.
Kebijakan ini diterapkan agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
Untuk menjaga akuntabilitas, setiap penyaluran bantuan disertai berita acara yang ditandatangani oleh kelompok penerima sebagai bukti serah terima.
Melalui mekanisme tersebut, Dinas Pertanian Maluku Tenggara berharap distribusi bibit unggul, pupuk organik, maupun program pendampingan dapat berlangsung lebih merata, transparan, tepat sasaran, serta mendorong penguatan sektor pertanian di seluruh wilayah Kabupaten Maluku Tenggara.(Ist)















