AMBON,TikMalukuNews.com— Publik Maluku diguncang kabar panas yang menyeret nama Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, dalam dugaan kasus pelecehan terhadap karyawan internal.
Isu ini berkembang cepat dari lingkup internal hingga menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat.
Informasi awal mencuat dari laporan internal yang kemudian bocor ke publik. Dugaan tersebut menyebutkan adanya tindakan tidak pantas yang dilakukan dalam relasi profesional di lingkungan kerja, memicu kekhawatiran serius terkait etika kepemimpinan dan perlindungan tenaga kerja.
Sumber internal menyebutkan bahwa korban bukan hanya satu orang, melainkan lebih dari satu karyawan. Namun, identitas para korban hingga kini dirahasiakan untuk menjaga privasi dan keamanan mereka.
Yang mengejutkan, dugaan tindakan tersebut disebut tidak berdiri sendiri. Korban diduga berada dalam tekanan psikologis, termasuk ancaman mutasi dari kantor pusat, yang membuat situasi semakin kompleks dan sensitif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Maluku Malut belum memberikan keterangan resmi secara rinci terkait tudingan tersebut.
Sikap diam ini justru memicu gelombang desakan dari publik agar manajemen segera bersikap transparan.
Pengamat hukum, R Pelu, mengaku telah mendengar informasi tersebut dari kalangan internal bank. Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi mencoreng nama baik institusi daerah.
“Kalau benar terjadi, ini pelanggaran serius, bukan hanya secara hukum tetapi juga etika kepemimpinan,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, juga sempat menyinggung isu serupa dalam pernyataannya kepada media. Namun, kala itu isu tersebut belum berkembang luas karena minimnya informasi resmi.
Pernyataan itu muncul bersamaan dengan mencuatnya dugaan kasus lain di sektor perbankan, yakni kredit fiktif atau pemotongan dana nasabah dalam program Kredit Cepat (KECE) di wilayah Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.
Hal ini justru memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai keseriusan pihak terkait dalam menindaklanjuti laporan.
Kini, mencuatnya kembali dugaan pelecehan ini menjadi ujian berat bagi integritas dan kredibilitas Bank Maluku Malut sebagai lembaga keuangan daerah.
Publik menanti langkah tegas dan objektif dari manajemen, termasuk kemungkinan investigasi independen, guna memastikan kebenaran informasi sekaligus menjamin perlindungan terhadap korban.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya sistem pengawasan internal yang kuat serta budaya kerja yang aman dan profesional, terutama di institusi yang memegang kepercayaan masyarakat luas.
Syahrisal Imbar sebelumnya adalah pensiunan PT Bank Mandiri (Tbk) Makassar, Sulawesi Selatan. Dan diangkat pada tahun 2021 oleh mantan Gubernur Maluku, Murad Ismail.















