AMBON,TikMalukuNews.com – Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Provinsi Maluku menggelar Workshop Penguatan Pendidikan Inklusif, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan berlangsung di lantai III Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku dan diikuti para pendidik serta pihak terkait yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan inklusif di madrasah.
Workshop dibuka Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag Maluku, Farida Leisouw.
Ia mengatakan, penguatan pendidikan inklusif menjadi bagian penting dalam memastikan setiap peserta didik memperoleh hak pendidikan yang sama tanpa membedakan kondisi, kemampuan maupun latar belakang.
“Pendidikan inklusif membutuhkan komitmen bersama. Setiap anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang dan menunjukkan potensinya. Karena itu, madrasah harus menjadi ruang pendidikan yang ramah, aman dan bebas dari diskriminasi,” ujar Farida.
Farida menambahkan, penerapan pendidikan inklusif tidak cukup hanya dengan menerima peserta didik yang memiliki kebutuhan beragam. Madrasah juga perlu menyiapkan guru, lingkungan belajar, metode pembelajaran serta sistem pendampingan yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
“Guru memiliki peran penting dalam mengenali karakter dan kebutuhan setiap peserta didik. Dari pemahaman itu, guru dapat menentukan pendekatan pembelajaran yang tepat, membangun komunikasi yang baik dan memastikan tidak ada anak yang merasa tersisih dalam proses pendidikan,” katanya.l
Workshop menghadirkan Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusif Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Anis Masykhur, S.Ag., M.A., sebagai pemateri.
Dalam materinya, Anis menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama dalam melihat keberagaman peserta didik sebagai kekuatan yang harus dikelola melalui layanan pendidikan yang adaptif.
“Madrasah inklusif harus dimulai dari perubahan cara pandang. Perbedaan bukan alasan untuk membatasi anak dalam memperoleh pendidikan. Justru keberagaman itu menjadi dasar bagi madrasah untuk menghadirkan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing peserta didik,” jelas Anis.
Anis juga mendorong penguatan kapasitas guru, penyediaan lingkungan belajar yang aksesibel, serta kolaborasi antara madrasah, orang tua dan masyarakat.
Melalui workshop tersebut, FPMI Maluku diharapkan mampu menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman sekaligus mendorong semakin banyak madrasah menerapkan pendidikan yang ramah, setara, inklusif dan memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik untuk berkembang secara optimal.(TMN-01)













