Ambon,TikMalukuNews.com – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, Perum Bulog bersama Satgas Pangan Provinsi Maluku mengintensifkan pengawasan dan pemantauan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional maupun ritel modern.
Langkah ini dilakukan guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Pemantauan dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi terkait, mulai dari dinas perdagangan, kepolisian, hingga pemerintah daerah.
Tim gabungan turun langsung ke lapangan untuk memantau pergerakan harga komoditas strategis seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, dan daging.
Tindak lanjut pengawasan ini merupakan hasil Rapat Koordinasi Pengawasan dan Pemantauan pada bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026 yang telah dilaksanakan pada 19 Februari 2026. Melalui rapat tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku meminta setiap instansi terkait menugaskan dua orang petugas yang memiliki kewenangan pengawasan dan/atau penindakan untuk mengikuti kegiatan pemantauan.
Kegiatan pengawasan dijadwalkan berlangsung dari 23–25 Februari 2026 dengan titik kumpul di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan sejumlah pimpinan instansi di lingkungan Provinsi Maluku dan Kota Ambon, termasuk unsur kepolisian, karantina, BPOM, Bulog, serta dinas teknis terkait. Surat pemberitahuan juga ditembuskan kepada Gubernur Maluku dan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Yahya Kotta, S.Pt., M.Si., menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Sementara itu, pimpinan wilayah Bulog Maluku menyampaikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam jumlah memadai telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode HBKN. Distribusi pasokan juga dipastikan berjalan lancar, termasuk ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Satgas Pangan Maluku menegaskan komitmennya untuk mencegah praktik penimbunan dan permainan harga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pengawasan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, termasuk melalui inspeksi mendadak (sidak) ke gudang distributor apabila ditemukan indikasi lonjakan harga yang tidak wajar.
Selain pengawasan, Bulog turut menggelar Operasi Pasar dan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah titik strategis.
Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan potensi inflasi daerah.
Pemerintah Provinsi Maluku mengapresiasi sinergi antara Bulog dan Satgas Pangan dalam menjaga stabilitas harga menjelang HBKN 2026. Dengan langkah antisipatif yang dilakukan sejak dini, diharapkan kondisi harga pangan di Maluku tetap stabil hingga puncak perayaan.
Bulog dan Satgas Pangan pun memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan serta mengambil langkah cepat apabila terjadi gejolak harga.(TM-01)
